Breaking News:

Lecturer Program Seri 3

Webinar: Sejarah dan Kreativitas Bahasa Orang Minang, Kepiawaian Urang Awak Mengolah Kata

Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand), kembali menyelenggarakan Webinar Lecturer Program seri 3 secara darin

ISTIMEWA
Jurusan Sejarah FIB Unand, kembali menyelenggarakan Webinar Lecturer Program seri 3 secara daring melalui aplikasi zoom dan live youtube pada Senin (2/11/2020). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand), kembali menyelenggarakan Webinar Lecturer Program seri 3 secara daring melalui aplikasi zoom dan live youtube pada Senin (2/11/2020).

Ketua panitia Lecturer Program, Yenny Narny, SS, MA, Ph.D mengemukakan acara ini merupakan acara yang ketiga dari rangkaian Lecturer Program yang pesertanya dari berbagai intansi.

Pihak panitia mengudang seorang guru besar Sejarah FIB Unand, Prof. Dr. Phil Gusti Asnan, sebagai pembicara tunggal.

Sedangkan, moderatornya, Dr Sawirman, M Hum, yang juga Kepala UPT Pusat Bahasa Universitas Andalas atau Unand.

Kali ini dalam presentasinya, Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan mengangkat topik mengenai “Sejarah dan Kreativitas Bahasa Orang Minang”.

Baca juga: Webinar History and Health in Asia di Sejarah FIB Unand Berakhir, Etnik dan Pandemi Jadi Bahasan

Baca juga: Jurusan Sejarah FIB Unand Adakan Konferensi Internasional, Melalui Webinar: History Health in Asia

Menurut Yenny Narny, pembicara mengemukakan  bahwa topik ini didasarkan pada pengalaman pribadi beliau dalam meneliti singkatan-singkatan yang diplesetkan dalam sejarah Indonesia pada masa lalu.

"Misalnya, VOC yang seharusnya diartikan sebagai Vereenigde Oost Indische Compagnie menjadi Vergaan Onder Corruptie (Perusahaan yang hancur akibat korupsi), dan singkatan lainnya," ujar Yenny mengutip penjelasan pembicara melalui rilis, Senin.

Ditambahkan, dari sini terlihat bahwa adanya kreativitas-kreativitas bahasa yang berkembang pada masa lampau.

Di sisi lain imbuhnya begitu pula Orang Minangkabau. Terdapat berbagai kata-kata yang memiliki makna sejarah yang lahir dari proses ‘kreativitas’ Urang Awak dalam ‘mengolah’ kata dan menafsirkan sejarah dalam kata.

Sejauh ini lanjutnya, kata-kata baru ini tidaklah banyak ditemukan, namun menarik untuk dibahas. Kata-kata ini banyak berhubungan dengan kebijakan politik, ekonomi, pendidikan, dunia entertaiment, dan gaya hidup kolonialis.

Baca juga: Sejarah Muncul Rumusan Sumpah Pemuda dan Peran Mohammad Yamin Sejak Kongres Pemuda I

"Seperti kata Amtenar yang berasal dari bahasa Belanda yang berarti pegawai dan populer di masyarakat Minangkabau pada masa itu. Lalu ada kata Basuluik yang berasal dari kata Belanda yaitu Besluit (surat keputusan), dan kata-kata lainnya," paparnya.

Lecturer Program seri 3 ini meraup peserta yang lebih banyak dari acara sebelumnya yaitu mencapai 300 orang lebih peserta dari berbagai instansi.

Selanjutnya, pertanyaan-pertanyaan pun dilontarkan kepada narasumber. Namun akibat keterbatasan waktu, sesi diskusi pun diakhiri.

Terakhir, momentum penutupan seminar dilakukan oleh ketua panitia dan sesi foto bersama.(*/rel)

Editor: Emil Mahmud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved