DPRD Sumbar
Timsel KPID Sumbar Serahkan Dokumen Hasil Test ke DPRD, Komisioner Perkuat Pengawasan Konten Siaran
seleksi (Timsel) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Barat secara resm
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tim seleksi (Timsel) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Barat secara resmi menyerahkan dokumen hasil test calon komisioner KPID Sumbar periode 2025-2028 kepada Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, di Padang pada 2 Oktober 2025..
Rilis dari pihak Timsel KPID yang diterima redaksi, kemarin menyebutkan penyerahan dokumen tersebut, sebanyak 21 peserta, terdiri dari 15 nama baru dan 6 petahana dipastikan melaju ke tahap selanjutnya, yaitu fit and proper test yang akan dilaksanakan oleh Komisi I DPRD Sumbar.
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi menyampaikan apresiasi kepada tim seleksi yang telah bekerja maksimal dalam menjalankan proses panjang pemilihan calon komisioner KPID.
Baca juga: Profil Otong Rosadi, Timsel Calon Anggota KPU Sumbar: Rektor Universitas Ekasakti Padang 2018-2022
Ia menegaskan, DPRD akan menjaga objektivitas dan tidak melakukan intervensi.
“Terima kasih kepada Timsel atas kerja kerasnya. Semua proses ini berjalan dengan dinamika yang sehat. DPRD, khususnya saya sebagai ketua, tidak akan melakukan intervensi.
"Selanjutnya, kami serahkan sepenuhnya kepada Komisi I untuk memproses sesuai peraturan perundang-undangan,” ujar Muhidi.
Muhidi berharap, KPID Sumbar periode mendatang dapat memperkuat fungsi pengawasan konten siaran sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
“KPID ke depan harus bisa menjadi mitra pemerintah daerah dan DPRD, khususnya dalam melestarikan adat budaya Minangkabau, mendorong pariwisata serta mendukung ekonomi kreatif.
"Konten televisi tidak boleh hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dan tokoh lokal dalam mendukung kualitas siaran.
“Ke depan, KPID perlu mengajak peran ninik mamak atau tokoh masyarakat dalam memberikan masukan terhadap konten televisi.
"Jika ini bisa dilakukan, pariwisata kita bisa mendunia, UKM lokal semakin dikenal, budaya terjaga dan pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
"Jika masyarakat sejahtera, maka PAD akan meningkat dan pembangunan pun ikut bergerak maju,” tegas Muhidi.
Ketua Timsel KPID Sumbar, Otong Rosadi menjelaskan, test psikologi menjadi salah satu instrumen penting dalam proses seleksi.
Menurutnya, hasil test tersebut sejalan dengan penilaian Timsel secara keseluruhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/proper-test.jpg)