Pilkada Sumbar 2020

Sumbangan Dana Kampanye Pilgub Sumbar: Mahyeldi-Audy Terbesar dan Terkecil FaGe, Ini Rinciannya

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Mahyeldi-Audy menjadi kandidat dengan sumbangan dana kampanye terbesar, dibanding ti

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi Pilkada Sumbar 2020 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Mahyeldi-Audy menjadi kandidat dengan sumbangan dana kampanye terbesar, dibanding tiga kandidat lainnya di Pilkada Sumbar.

Hal itu terlihat dari pengumuman Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) yang diumumkan KPU Sumbar, Minggu (1/11/2020) lalu.

Dari pengumuman KPU Sumbar itu, sumbangan dana kampanye Mahyeldi-Audy mencapai Rp3.940.000.000.

Dana tersebut bersumber dari pasangan calon Rp2.550.000.000, sumbangan parpol atau gabungan parpol Rp300.000.000, dan perseorangan Rp 1.090.000.000.

Baca juga: KPU Sumbar Targetkan Logistik Pilkada 2020 Akhir November, Telah Berada di Kabupaten/Kota

Baca juga: Langgar Aturan, 56 Kampanye Cakada di Sumbar Dibubarkan Bawaslu, Mayoritas Tanpa STTP

Sumbangan dana kampanye terbesar selanjutnya, ditempati pasangan Nasrul Abit - Indra Catri.

Nasrul Abit-Indra Catri memiliki sumbangan dana kampanye sebesar Rp 1.184.800.000 yang berasal dari sumbangan pribadi calon Rp190.000.000.

Kemudian, sumbangan parpol atau gabungan parpol Rp182.000.000, dan perseorangan Rp99.000.000.

Selain itu, sumbangan juga berasal dari badan hukum Rp 463.800.000 berupa barang dan Rp 250.000.000 berupa jasa.

Posisi selanjutnya, yakni pasangan Mulyadi - Ali Mukhni, dengan total sumbangan Rp 244.504.000.

Rincian dalam bentuk uang Rp10.000.000 bersumber dari pribadi calon dan berupa barang Rp234.504.000.

Jumlah sumbangan dana kampanye pasangan calon yang terkecil dibandingkan pasangan lainnya yakni Fakhrizal-Genius Umar.

Fakhrizal-Genius Umar menerima total sumbangan dana kampanye sebesar Rp110.000.000 yang berasal dari sumbangan pribadi pasangan calon sendiri.

Komisioner KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani mengatakan, tahapan selanjutnya itu Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK).

Penyampaian LPPDK setiap paslon kata dia, bakal dilakukan pada 6 Desember 2020.

"Setelah penyerahan LPPDK berdasarkan PKPU, akan dilanjutkan dengan audit oleh akuntan publik. Akuntan publik 7 Desember akan melakukan audit," ujar Yanuk Sri Mulyani. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved