Corona Sumbar

Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19, Dinkes Padang: Tracking Masif Pada Klaster Lama

Kepala Dinas Kesehatan Padang Ferimulyani mengatakan lonjakan kasus covid-19 di Padang disebabkan tracking. Diketahui per Kamis (17/9/2020) terdapat

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Mona Triana
TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani Hamid 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Dinas Kesehatan Padang Ferimulyani mengatakan lonjakan kasus Covid-19 di Padang disebabkan tracking.

Diketahui per Kamis (17/9/2020) terdapat tambahan 58 kasus covid-19, sehingga totalnya 1.908 kasus positif Covid-19.

Meskipun terjadi lonjakan kasus, Menurut Ferimulyani, tidak ada klaster baru penyebaran Covid-19.

Ada Staf yang Positif Corona, Tahapan Pilkada KPU Berlanjut Sesuai Protokol Kesehatan

Staf KPU Padang Pariaman Positif Corona, Baru Pulang dari Jakarta, Puluhan Orang Dites Swab

Kasus Covid-19 belakangan berasal dari hasil ditracking klaster yang lama seperti RS Bayangkara.

"Tracking yang masif dikalangan polri, sehingga kasusnya banyak yang bertemu," kata Ferimulyani, Kamis (17/9/2020).

Selain RS Bayangkara dan Polri, kasus baru ini juga berasal dari tracking pada klaster Bank Nagari

Menurutnya, Klaster Bank Nagari sebelumnya pernah diputus penyebarannya.

"Klaster Bank Nagari ini sempat diputus, namun ada positif lagi," ujarnya.

Update Corona Dunia Per Kamis 17 September 2020, Covid-19 Jangkiti 30 Juta Orang Lebih

Satu Staf Positif Corona, Kantor BKAD Sijunjung Ditutup Sementara, Puluhan Pegawai Tes Swab

UPDATE Corona Sumbar 17 September 2020: Tambah 124 Kasus Positif, Padang & Bukittinggi Terbanyak

Ferimulyani mengatakan masyarakat masih butuh edukasi tentang keharusan pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan untuk antisipasi penyebarannya.

Antisipasi penularan Covid-19, warga juga harus memperhatikan masker yang dipakai.

"Penggunaan masker juga harus diperhatian, masker skuba dibandingkan dengan masker bedah, jauh lebih bagus masker bedah," tambahnya.

Haruskah Pilkada Ditunda? Mahfud MD: Sampai Kapan? Tidak Ada yang Tahu Kapan Corona Berakhir

Update Corona Agam Hari Ini Rabu 16 September 2020 Tambah 34 Kasus Baru, Total 362 Kasus

Ferimulyani mengatakan masker kain yang dibuat haruslah seperti masker bedah, agar bisa menutup dagu dan sampai ke hidung.

"Masker scuba itu sering turun-turun, ini yang menyebabkan perlindungannya kurang. Tapi untuk menahan droplet masih bisa tertahan, kalau dipakainya dengan benar. Namun efektifitasnya tidak begitu kuat," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved