Guru Positif Covid-19 di Kota Pariaman, Semua Sekolah Kembali Ditutup Selama Dua Pekan

kedua warga yang positif tersebut adalah satu orang guru honor dan satu operator komputer di sebuah sekolah tingkat menengah.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
IRNA
Ilustrasi Corona atau Covid-19. Guru Positif Covid-19 di Kota Pariaman, Semua Sekolah Kembali Ditutup Selama Dua Pekan 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dua warga Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan yang keluar, Minggu (19/7/2020).

Kadis Kominfo Kota Pariaman, Hendri menjelaskan, adapun kedua warga yang positif tersebut adalah satu orang guru honor dan satu operator komputer di sebuah sekolah tingkat menengah.

UPDATE Corona 19 Juli 2020, Kasus Baru Bertambah 1639 Pasien, Meninggal Tambah 127 Orang

UPDATE Corona Sumbar: 8 Warga Padang Positif Covid-19 dan 1 Warga Padangpanjang, Total 826 Kasus

"Hasil swab keluar kemarin (Minggu-red) sore, sampel spesimen diambil Jumat (17/7/2020)," ujar Hendri saat dihubungi, Senin (20/7/2020).

Hendri mengatakan, kedua orang tersebut merupakan OTG dan kondisinya dalam keadaan sehat.

Diduga, kedua orang tersebut terinfeksi dari daerah tetangga.

Menurut ceritanya, kata Hendri, guru honor tersebut sempat melayat ke daerah kabupaten dan bersalaman dengan orang yang baru pulang dari Batam.

Update Corona di Padang Panjang, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tambah 1 orang

Peta Sebaran Virus Corona Indonesia Sabtu 18 Juli 2020: Pasien Sembuh Mencapai 43.268 Orang

Minggu malam, kata Hendri, petugas sudah melakukan tracing dan mendatangi kedua warga tersebut dan mengarahkan mereka untuk menjalankan prosedur karantina.

"Hari ini (Senin-red) mau kita antar ke karantina di Padang," ucap Hendri.

Hendri menyampaikan, petugas juga telah menyemprot rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggal kedua orang tersebut dengan disinfektan.

Karena yang terinfeksi adalah tenaga pendidik, maka Pemerintah Kota Pariaman membuat kebijakan setelah rapat dengan tim gugus tugas, maka dilakukan penutupan sekolah kembali.

"Sekolah dibuka tanggal 13 Juli kemarin, ditutup hari ini Senin (20/7/2020) hingga dua minggu ke depan," terang Hendri.

Nanti kalau ada perkembangan lagi, Pemko akan membuat kebijakan kembali karena hal itu menyangkut keselamatan jiwa, anak-anak dan orangtua.

Untuk sementara, proses belajar mengajar beralih ke daring.

"Kita menunggu perkembangannya dulu. Setelah hasil tracing tidak ditemukan lagi kasus, kita buat kebijakan lagi," ungkap Hendri.

Dengan adanya tambahan kasus ini, Hendri kembali mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin terhadap protokol kesehatan. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved