PPDB Online Sumbar

Disdik Sumbar akan Maksimalkan Daya Tampung Kelas untuk Solusi PPDB, Adib Alfikri: Tak Semua Sekolah

Kita akan memaksimalkan isi kelas dari 36 orang menjadi 40 orang. Gubernur sudah buat surat ke Kementerian dan semua sudah kita selesaikan izinnya

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri saat konferensi pers soal pelaksanaan PPDB SMA dan SMK 2020, Senin (13/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri menyebut, pihaknya telah mengkaji dan mengevaluasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA jalur zonasi.

Adib Alfikri menyampaikan, setelah dikaji dan dievalusi, rata-rata radius daya tampung sekolah itu kurang lebih hanya 1 kilometer dari sekolah.

Orang Tua Murid Protes dan Teriakan Hapus Zonasi PPDB SMA Sumbar 2020 Karena Dianggap Merugikan

Dugaan Manipulasi Data dan Soal Zonasi PPDB, Sejumlah Wali Murid Ngadu ke DPRD Sumbar

Dengan demikian, kata Adib Alfikri, muncul dampak dimana terdapat beberapa daerah (kecamatan, kelurahan) yang menjadi wilayah BlankZone, atau daerah yang tidak diterima di SMA manapun hanya karena jarak tadi.

"Sistem zonasi ini memang kompetisi jarak terdekat dengan sekolah, tapi ada masyarakat yang berada di luar area tadi, itu anak-anaknya tidak bisa masuk sekolah negeri," jelas Adib Alfikri.

Adib Alfikri menekankan, optimalisasi daya tampung sekolah sesuai kebutuhan menjadi salah satu solusi.

Ia menjelaskan, solusi tersebut diambil untuk mereka yang sudah mendaftar di SMA negeri, namun tidak masuk melalui jalur zonasi.

"Kita akan memaksimalkan isi kelas dari 36 orang menjadi 40 orang. Gubernur sudah buat surat ke Kementerian dan semua sudah kita selesaikan izinnya," jelas Adib Alfikri.

Protes Hasil PPDB SMA Sumbar Jalur Zonasi, Orang Tua Datangi Disdik Sumbar, Duga Ada Pemalsuan Data

Cara Daftar Ulang PPDB Online SMA/SMK Sumbar, Kadisdik: Daftar Ulang Dilakukan Online

Kini, pihaknya menunggu balasan surat dari Kementerian.

Adib Alfikri mengatakan, dengan solusi ini diharapkan anak-anak yang berada di wilayah blankzone ada peluang untuk bersekolah negeri dengan tidak menggunakan jarak.

"Alat ukurnya bukan jarak, tetapi pakai sistem nilai, masyarakat rasanya akan legowo dengan sistem nilai," ucap Adib Alfikri.

Rencananya, kata Adib, optimalisasi daya tampung jalur non zonasi ini akan dibuka pada 15-16 Juli 2020.

"Ini skop-nya sekolah dan diserahkan ke masing-masing sekolah. Tidak semua sekolah membutuhkan optimalisasi daya tampung. Di Sumbar hanya 44 sekolah," ujar Adib Alfikri. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved