Breaking News:

Corona Sumbar

Pemprov Sumbar Siapkan Tempat Karantina Rawat Pasien Corona yang Alami Stres

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan tempat Karantina untuk merawat pasien corona yang mengalami stres selama menjalani perawatan di

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
Tribunpadang.com/Rizka Desri Yusfita
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan tempat Karantina untuk merawat pasien corona yang mengalami stres selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Pemikiran tersebut muncul setelah melihat perkembangan pasien yang dirawat di ruang isolasi rumah sakit.

SPH Bisa Lakukan Tes Swab dan Rapid Test Virus Corona, Gratis Tanpa Dipungut Biaya, Ini Syaratnya

Wagub Sumbar Nasrul Abit: Zona Hijau Covid-19 Belum Tentu Aman, Kewaspadaan Tetap Dilakukan

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menilai pasien covid-19 yang dirawat di ruang isolasi rumah sakit sepertinya ada yang mulai terkena stres tinggi.

Secara psikologis, kata dia, barangkali tekanan batin pasien yang dirawat di ruang isolasi lebih berat daripada yang diisolasi di Diklat BPSDM Sumbar.

Corona Sumbar Meningkat, Mulyadi Tanggap Salurkan Bantuan untuk Paramedis dan Masyarakat

Cara Cek Data Penerima Bansos Terdampak Corona di Padang, Nama Ditempelkan di Kelurahan

"Ada pemikiran, bagi yang dirawat di rumah sakit, tidak usah dirawat di ruang isolasi rumah sakit, tetapi diisolasi di diklat," kata Nasrul Abit, Selasa (12/5/2020).

Ia mengatakan, banyak pasien yang bisa terkena stres tinggi, sebab kondisi ruangan yang kecil.

Mereka kadang-kadang juga melihat ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Sudah 299 Kasus Positif Corona di Sumbar, Ini Rincian 13 Tambahannya, Ada Bocah 6 Tahun di Padang

Dalam 24 Jam Terakhir, Sumatera Barat Zero Penambahan Kasus Positif Covid-19, Ini Alasannya

"Bagi yang berminat, mereka tidak usah diisolasi di ruang isolasi rumah sakit, tetapi di balai diklat," ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit mencontohkan, satu kasus pasien positif covid-19 yang sembuh di Rumah Sakit Unand.

Awalnya, pasien tersebut dirawat di ruangan isolasi rumah sakit tersebut.

UPDATE Corona Lima Puluh Kota, Per 10 Mei 2020 Total 2 Positif Covid-19, Seorang Pedagang Jeruk

UPDATE Corona di Sumbar Meningkat Tajam, Per 10 Mei 2020 Total 299 Orang Positif Covid-19

Nasrul Abit menyebutkan, pasien tersebut sudah 6 kali melakukan tes swab, namun hasilnya tetap saja positif Covid-19.

"Gubernur berpikir, mungkin karena tempatnya terkurung, ukuran ruangan cuma 2 x 3, tidak bisa kemana-mana, di sana juga ada pasien yang meninggal, akhirnya stres tinggi," sebut Nasrul Abit.

Sementara, pada satu sisi, tambah Nasrul Abit, imun pasien harus tinggi, tetapi karena stres, imunnya jadi turun.

3 Pekerja IPC Teluk Bayur Padang Positif Corona, Langsung Diisolasi di RSUD dr Rasidin

Satu Calon Perwira Polda Sumbar Positif Corona, 20 Anggota Keluarga Pasien Dites Swab Covid-19

Untuk itu, Gubernur mencoba membuat analisa sendiri, apakah mungkin karena sempat yang sempit dan pengap, sehingga hasil swab pasien tersebut positif secara terus menerus.

"Alhamdulillah, dipindahkan ke Balai Diklat, tiga hari di sana Alhamdulillah hasil swab negatif. Di tes lagi negatif," terang Nasrul Abit.

Saat ini, jelas Nasrul Abit, sekitar 130 orang pasien positif Covid-19 dirawat di rumah sakit.

Enam Kelurahan di Padang Keluar dari Zona Merah Corona, 36 Pasien Sembuh dari Covid-19

Tambahan 18 Kasus Positif Corona di Sumbar Per 8 Mei 2020, Penyumbang Terbanyak dari Padang

Sekitar 40 di antaranya merupakan pasien dengan gejala ringan dan mereka kemungkinan bisa dipindahkan ke tempat karantina.

"Yang ringan gak usah dirawat, kalau sedang dan berat sih oke. Di tempat karantina masih banyak yang kosong. Mereka bisa berinteraksi dengan yang lainnya," tutur Nasrul Abit. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved