Breaking News:

Corona Sumbar

Wagub Sumbar Nasrul Abit: Zona Hijau Covid-19 Belum Tentu Aman, Kewaspadaan Tetap Dilakukan

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengatakan, tidak ada yang bisa menjamin, tiga daerah yang nihil positif corona di Sumbar aman dari

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
Tribunpadang.com/Rizka Desri Yusfita
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat ditemui baru-baru ini di Aula Kantor Gubernur Sumbar 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengatakan, tidak ada yang bisa menjamin, tiga daerah yang nihil positif corona di Sumbar aman dari Covid-19.

Menurutnya, zona hijau belum tentu aman dari penyebaran Covid-19, tetapi kewaspadaan tetap dilakukan.

Kota Solok, Sawahlunto dan Sijunjung Masih Zona Hijau Penyebaran Covid-19

Dalam 24 Jam Terakhir, Sumatera Barat Zero Penambahan Kasus Positif Covid-19, Ini Alasannya

Pemeriksaan di Posko Perbatasan Solok - Padang, Kendaraan Tidak Berkepentingan Diminta Berbalik Arah

"Orang luar tidak boleh masuk, orang dalam tidak boleh keluar," tegas Nasrul Abit dalam jumpa pers online bersama IJTI Sumbar, Senin (11/5/2020).

Ia mencontohkan, jumlah Pelaku dari Perjalanan Terjangkit (PPT) di Kota Solok berjumlah 108 orang. Kemudian, ODP 4 dan PDP 1 orang.

Nasrul Abit mengatakan, jika semuanya diperiksa dan dilakukan uji swab, hal itu bisa dijadikan pegangan pertama Kota Solok bebas dari Covid-19.

UPDATE Corona di Sumbar Nihil, Per 11 Mei 2020 Masih 299 Positif Covid-19, 11 Dinyatakan Sembuh

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bertekad, 29 Mei 2020 Kota Padang Terbebas dari Corona

"Insya Allah bisa menjadi pegangan pertama, ada semacam harapan Kota Solok termasuk zona hijau karena tidak ada lagi sumber-sumber Covid-19 yang masuk," jelas Nasrul Abit.

Ia mengatakan sumber Covid-19 adalah ODP, jika ODP diperiksa semua berarti bisa menggambarkan Kota Solok benar-benar hijau Covid-19.

Ia menambahkan, bentuk kebijakan untuk zona hijau dalam pembahasan bersama Gubernur Sumbar dan ahli.

Berikut Sebaran Pasien Sembuh dari Corona Per 10 Mei 2020 di Sumatera Barat, Terbanyak Kota Padang

Sudah 299 Kasus Positif Corona di Sumbar, Ini Rincian 13 Tambahannya, Ada Bocah 6 Tahun di Padang

"Kalau seandainya di situ ada perumahan-perumahan, klaster-klaster, ada kampung ada desa atau kelurahan, yang di situ komunitasnya hanya itu ke itu saja, tidak ada orang luar, di situ hanya boleh diizinkan untuk melaksanakan salat Jumat," ungkap Nasrul Abit.

Ia kembali mencontohkan, di Kota Solok ada satu RW, kelurahan, penduduknya itu ke itu saja.

UPDATE Corona Lima Puluh Kota, Per 10 Mei 2020 Total 2 Positif Covid-19, Seorang Pedagang Jeruk

3 Pekerja IPC Teluk Bayur Padang Positif Corona, Langsung Diisolasi di RSUD dr Rasidin

Kemudian, tidak ada yang masuk dan keluar dari daerah tersebut.

Lalu, ada pernyataan dari pemerintah setempat tokoh agama, MUI, dan imam masjid yang menjamin daerah itu aman, sebut Nasrul Abit, boleh menyelenggarakan salat Jumat.

Satu Calon Perwira Polda Sumbar Positif Corona, 20 Anggota Keluarga Pasien Dites Swab Covid-19

Corona Sumbar Meningkat, Mulyadi Tanggap Salurkan Bantuan untuk Paramedis dan Masyarakat

"Kalau tidak, belum bisa. MUI memberikan kesempatan tetapi ada jaminan. Itu diserahkan ke bupati wali kota untuk mengambil kebijakan itu tetapi dengan syarat," tutur Nasrul Abit. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved