Corona Sumbar

Ketua PHRI Sumbar : Walaupun Hotel Tutup, Harus Tetap Bayar Listrik, Biaya Ini dan Itu

Hingga saat ini pandemi Virus Corona atau coronavirus disease-19 (Covid-19) di Sumatera Barat (Sumbar) membuat sejumlah hotel memilih untuk tutup.

Tayang:
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi: Seputar Virus corona 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Hingga saat ini pandemi Virus Corona atau coronavirus disease-19 (Covid-19) di Sumatera Barat (Sumbar) membuat sejumlah hotel memilih untuk tutup.

Hal itu dibenarkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat (Sumbar) Maulana Yusran saat dihubungi TribunPadang.com, Senin (6/4/2020).

Maulana Yusran mengatakan sejumlah hotel yang belum tutup menerapkan minimum cost.

Minimum cost itu dengan cara menekan biaya paling utama itu adalah karyawannya. Kedua, biaya listriknya. Ketiga, biaya pajak daerah dan retribusi daerahnya.

Pajak Hotel, Restoran dan Tempat Hiburan di Padang Dibebaskan April dan Mei, Rp 30 M Berkurang

PHRI Sumatera Barat Ungkap 23 Hotel Terimbas Virus Corona Lalu Tutup Sementara

Maulana Yusran menyatakan, jangan dibayangkan hotel tutup berarti tidak ada beban apa-apa.

"Walaupun hotel tutup, dia harus tetap bayar listrik, biaya ini dan itu. Kalau dihidupkan semua, makin berat lagi, sementara tamu gak ada."

"Makanya dipilih mana yang terbaik, yang udah gak kuat, ya sudah terpaksa merumahkan pegawai," ungkap Maulana Yusran.

Sementara ini, Maulana Yusran menegaskan belum ada PHK dan tak berharap ada PHK.

Tapi pihak hotel merumahkan pegawai atas kesepakatan perusahaan dan karyawan untuk menyelamatkan perusahaan.

Dia menjelaskan, kalau pemerintah menutup akses semuanya, pemerintah harus berpikir bagaimana rakyatnya bisa hidup.

"Harus ditanggung dong, beri keringanan," tambah Maulana Yusran.

Dalam situasi normal, Maulana Yusran menyebutkan, pariwisata menjadi andalan.

Apa-apa dari pariwisata, PAD dari hotel dan restoran.

"Giliran kek gini, dilock dilock semua, tapi gak jelas nasib karyawannya itu seperti apa. Kami pengusaha, bukan tidak mau melakukan sesuatu, kami tetap berupaya melakukan sesuatu," terang Maulana Yusran.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved