Kisah Kuncoro, Pemulung Asal Yogyakarta yang Merantau ke Padang untuk Mencari Nafkah
Dua tahun sudah Kuncoro (54) hidup dan tinggal sebatang kara di Kota Padang, Sumatera Barat. Kuncoro, perantau dari Yogjakarta ini juga tidak memilik
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Mona Triana
"Kalau botol dalam sehari paling tiga kilogram. Satu kilogram dijual Rp 2 Ribu. Kalau kardus satu kilogram Rp1,500," kata Kuncoro.
• Kisah Kakek Ramli Penjual Rokok di Pasar Raya Padang, Semangat Kerja Meski Kaki Tidak Sempurna
• KISAH Viral Kasat Lantas Polres Padang Pariaman Jadi Imam Salat di Sel Tahanan Tanpa Pembatas
Dalam sehari Kuncoro bisa mendapatkan uang Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu.
Uang tersebut digunakan untuk biaya makan sehari-harinya dan sebagian lagi disimpan untuk keluarganya di Yogyakarta.
"Untuk makan sehari itu habis, makan sekali sehari, kadang cuma sate atau lontong," tambahnya.
Kuncoro memiliki dua anak yang masih sekolah dan istrinya tinggal di Yogyakarta.
• Kisah Pilu 6 Bocah Mendadak jadi Yatim Piatu di Balikpapan, Ayah Ibu Meninggal di Waktu Bersamaan
• Chord Kunci Gitar & Lirik Lagu Kisah Ku Inginkan - Siti Nurhaliza ft Judika: Telahku Tentukan Arah
"Dulu di Yogyakarta, saya juga pemulung dan disana banyak Satpol PP yang nangkap, makanya saya merantu ke Padang," katanya.
Kuncoro berharap bisa mengumpulkan uang untuk dikirimkan kepada keluarganya ataupun biaya untuk bertemu keluarga.
• Kisah Reni Yanti, Ketua Penerima Program Budila Dompet Dhuafa Singgalang, Ada 10.000 Benih Ikan Nila
• Ramalan Zodiak Cinta Sabtu 1 Februari 2020: Gemini Dikekang Pasangan, Kisah Asmara Pisces Memudar
"Istri saya kerja sebagai buruh tani di Yogyakarta, tinggal di rumah ibunya," ungkapnya.
Kuncoro mengungkapkan selagi masih kuat dan bisa bekerja dirinya tetap akan bekerja.
"Dapat berapapun bersyukur, selagi masih bisa dan kuat saya akan terus bekerja. Jadi pengemis saya malu," ungkapnya. (*)