Kisah Reni Yanti, Ketua Penerima Program Budila Dompet Dhuafa Singgalang, Ada 10.000 Benih Ikan Nila
Reni Yanti tampak grogi ketika menyampaikan sambutan sebagai ketua kelompok penerima manfaat program Budidaya Ikan Nila dari Dompet Dhuafa Singgalang.
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Reni Yanti tampak grogi ketika menyampaikan sambutan sebagai ketua kelompok penerima manfaat program Budidaya Ikan Nila dari Dompet Dhuafa Singgalang.
Beberapa kali Reni salah menyebutkan nama para tamu yang hadir.
Ibu rumah tangga berusia 46 tahun itu tampak bertanya pada moderator yang berada di sampingnya.
• KISAH CINTA Nenek 80 Tahun & Pria Muda, Berawal dari Facebook, Terpikat Pertemuan Pertama
• Isyana Sarasvati Resmi Menjadi Istri Rayhan Maditra, Kisah Cinta Sejak SMP, LDR Lalu ke Pelaminan
Usai ditunjukan, Reni tersenyum dan melanjutkan sambutan pada launcing program Budidaya Ikan Nila dari Dompet Dhuafa Singgalang, Kamis (6/2/2020).
Tidak banyak kata yang diucapkannya, hanya ucapan terima kasih beberapa kali, kemudian menutup dengan salam.
Reni Yanti, satu dari lima Ibu rumah tangga di Kampung Pinang, Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh Kota Padang.
• Ramalan Zodiak Cinta Sabtu 1 Februari 2020: Gemini Dikekang Pasangan, Kisah Asmara Pisces Memudar
• KISAH Pendiri Bank Sampah Hidayah Ungkapkan Modal Awal Sejuta Rupiah
Sebagai penerima manfaat program budi daya ikan nila, Reni mendapatkan sebanyak 10.000 benih ikan nila.
Tidak hanya itu dirinya juga mendapatkan pembinaan atau pendampingan sampai benih ikan nila panen.
Makanan ikan nila berupa peletpun turut diberikan sebagai bagian dari program budidaya ini.
"Rasanya enak, senang dan bersyukur sekali," kata Reni pada TribunPadang.com usai memberi sambutan.
• Kisah Pasangan Kakek Nenek Menjual Minyak Eceran Selama 20 tahun,Tidak Punya Rumah dan Pernah Diusir
• POPULER PADANG - Hasil Diagnosa RSUP M Djamil Terkait Ini| Kisah Kakek Masril Jadi Pemulung
Reni bersyukur dan bahagia mendapatkan program Budila dari Dompet Dhuafa Singgalang ini
Terutama ketika kondisi ekonominya sedang susah dan lima anaknya masih bersekolah.
Pasalnya sang suami baru saja di putus hubungan kerja atau PHK.
Suami kena PHK dari pekerjanya sebai buruh selama 20 tahun di PT Teluk Luas Padang.