Jadwal Acara TV
Jadwal Acara TV RCTI Hari Ini Rabu 18 Desember 2019 Ada Silet,Ogah Rugi,Dunia Terbalik
Bagi kamu yang hobi menonton televisi, jangan lupa untuk cek jadwal program kesukaan kamu. Berikut ini Jadwal Acara TV RCTI, Rabu 18 Desember 2019 di
Penulis: Mona TR | Editor: Mona Triana
TRIBUNPADANG.COM - Menonton televisi dapat menemani kamu dalam kesendirian.
Bagi kamu yang hobi menonton televisi, jangan lupa untuk cek jadwal program kesukaan kamu.
Berikut ini Jadwal Acara TV RCTI, Rabu 18 Desember 2019 dilansir dari mncvision.id
• Jadwal Acara TV RCTI Hari Ini Selasa 17 Desember 2019,Tonton Dunia Terbalik,Dagelan OK
• JADWAL Acara TV Hari Ini Selasa 17 Desember 2019 Trans TV RCTI SCTV GTV Indosiar, Film Hacksaw Ridge
01:15 MNC Shop 00:15
01:30 Seputar iNews Malam (L) 00:30
02:00 Kutunggu Kau Di Salon Cinta 01:30
03:30 Kultum 00:30
04:00 Seputar iNews Pagi (L) 01:30
• Jadwal Acara TV RCTI Selasa 17 Desember 2019, Tonton Ogah Rugi, Dunia Terbalik, Dagelan OK
• Jadwal Acara TV RCTI Hari Ini Senin 16 Desember 2019, Ada Indonesian Idol Pukul 21.00 WIB
05:30 Sergap 01:00
06:30 Go Spot 01:00
07:30 Tukang Ojek Pengkolan 01:15
08:45 Ojolali 01:00
09:45 Silet 01:30
• Jadwal Acara TV RCTI Senin 16 Desember 2019, Tonton Tukang Ojek Pengkolan, Indonesian Idol
• JADWAL Acara TV Hari Ini Sabtu 14 Desember 2019 Trans TV RCTI SCTV Indosiar, Film The Expendables 2
11:15 Seputar iNews Siang (L) 00:45
12:00 Si Doel Anak Sekolahan S3 01:45
13:45 Iiihhh Serrreemm 01:15
15:00 Ogah Rugi 02:00
17:00 Gober 01:00
• Harga Tiket Semen Padang vs Borneo FC Turun Hingga Rp 10 Ribu Per Tiket
• Semen Padang FC vs Borneo FC, Spartack Prediksi Kabau Sirah Menang 2-1
18:00 Dewi 01:15
19:15 Tukang Ojek Pengkolan 02:00
21:15 Dunia Terbalik 02:15
23:30 Dagelan OK
Sinopsis Dunia Terbalik
Dunia Terbalik adalah program series komedi yang mengangkat cerita tentang para suami yang ditinggalkan istrinya untuk bekerja di luar negeri.
Dimulai dari kisah Akum, Aceng, Idoy dan satu musuh bebuyutan Aceng, Dadang.
Mereka harus mendidik anak serta mengurus urusan rumah tangga yang biasanya menjadi urusan para wanita. Sementara istrinya harus menafkahi keluarga.
• Suporter Semen Padang FC Spartacks Komentari Harga Tiket Pertandingan Dijual Rp 10 Ribu
• Harga Tiket Turun, Fans Semen Padang FC The Kmers Berikan Komentar Seharusnya Dilakukan Sejak Lama
Dadang merupakan salah satu suami yang beruntung karena istrinya mendapatkan penghasilan paling besar diantara para TKW yang lain.
Keberuntungan inilah yang kemudian membuatnya menjadi sering pamer harta kekayaan dan membuat Aceng iri hati.
Dengan berbagai cara Aceng selalu ingin membuat Dadang kalah, namun sayangnya kadang Aceng malah terkena batunya. Akum dan Idoy-lah yang menjadi penengah agar situasi tidak semakin panas.
• BREAKING NEWS: Harga Tiket Laga Kandang Terakhir Tim Semen Padang FC Hanya Rp 10 Ribu
• Pengamat Transportasi sebut Masih Banyak Perlintasan Kereta Api Sebidang yang Belum Ada Penjaga
Desa Cikadu sebagai penyalur TKW terbanyak tidak lepas dari peran Yoyoh sang calo TKW.
Ia giat membujuk rayu para calon TKW agar mau ke luar negeri dengan iming-iming penghasilan yang besar. Salah satu warga yang selalu ia pengaruhi adalah Kokom.
Kokom yang kehidupannya serba pas-pasan bahkan berkekurangan ingin bisa hidup berada seperti layaknya warga Cikadu yang menjadi TKW.
Ia ingin mengambil alih tugas mencari nafkah dengan bekerja di luar negeri. Namun Koswara, suami Kokom tidak seperti suami pada umumnya di desa Cikadu.
• Pengamat Transportasi sebut Masih Banyak Perlintasan Kereta Api Sebidang yang Belum Ada Penjaga
• Tabrakan Kereta Api, Dishub Padang Berharap PT KAI Segera Memasang Palang Pintu Perlintasan
Koswara sama sekali tidak mengizinkan Kokom bekerja di luar negeri, karena menurutnya yang bertugas mencari nafkah adalah suami, sesulit apapun kondisinya. Masalah inilah yang kemudian memicu konflik berkepanjangan dalam rumah tangga mereka.
Untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi, seringkali warga desa Cikadu meminta nasihat pada Pak Kemed atau yang lebih sering dipanggil ustadz Kemed.
Layaknya seorang ustadz, warga desa menjadikannya panutan. Sayangnya Pak Kemed bukanlah ustadz yang mengandalkan kitab suci dalam setiap ajaran yang disampaikan, melainkan Google!
Apakah dunia mereka memang benar-benar sudah terbalik? Saksikan kisah mereka selanjutnya hanya di RCTI.
(Tribunpadang.com/Mona Triana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/program-acara-tv-rcti-dunia-terbalik1.jpg)