Lifestyle

Semarak Gathering Fotografer Ranah Minang di Pasar Van Der Capellen Batusangkar

Fotografer Ranah Minang merupakan perkumpulan komunitas fotografer yang ada di Sumatera Barat (Sumbar).

Tayang:
Penulis: Merinda Faradianti | Editor: Emil Mahmud
Istimewa/Dok.TwinChan
Para anggota komunitas melakukan foto bersama lewat wefie baru-baru ini sesaat acara gathering di Batusangkar, Sumatera Barat (Sumbar). 

Informasi mengenai foto banyak didapat dari sana, termasuk informasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan dunia fotografi," jelas Erison J Kambari.

Keunikan Pasar Kuliner Van der Capellen Batusangkar, Pengunjung Wajib Belanja Pakai Koin Capellen

Ilustrasi: Koin Capellen menjadi alat transaksi bila berkunjung ke pasar kuliner Van der Capellen Batusangkar. Pasar kuliner ini banyak dikunjungi karena unik dan punya spot foto menarik
Ilustrasi: Koin Capellen menjadi alat transaksi bila berkunjung ke pasar kuliner Van der Capellen Batusangkar. Pasar kuliner ini banyak dikunjungi karena unik dan punya spot foto menarik (Instagram/pasarvandercapellen)

Saat ditemui TribunPadang.com, Erison J Kambari bersama fotografer lainnya sedang mengadakan gathering pertama di Pasar Van der Capellen yang pada saat itu sedang berulang tahun yang pertama.

"Ini ghatering bersama dan kami beri judul Silaturahmi Fotografer Ranah Minang," ujar pria yang berdomisili di Bukittinggi tersebut.

Kata dia, saat melakukan gathering di Pasar Van der Capellen Batusangkar merupakan kesempatan dirinya untuk bertemu dengan sesama fotografer lainnya.

Karena Erison J Kambari merupakan salah seorang fotografer yang mem-viralkan Pasar Van der Capellen Batusangkar.

Sehingga ia mendapatkan penghargaan langsung dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Datar, Abdul Hakim.

"Jadi ini kesempatan untuk berkumpul bersama biasanya kan hunting bersama agak susah. Ngumpul-ngumpul bareng baru kali ini yang kumpul semuanya.

Fotografer merupakan ujung tombak promosi wisata, jadi dengan kehadiran fotografer semakin bisa memasarkan pasar digital ini kan.

Satu foto bisa bercerita lebih banyak hal. Jadi fotografer tertarik ke sini pun karena suasana yang unik," terang Erison J Kambari yang juga seorang desain grafis tersebut.

Erison J Kambari tertarik dunia fotografi karena menurutnya fotografi merupakan media yang cukup asik untuk mengekspresikan diri dan sebagai tempat untuk menyalurkan bakat seni melukis lewat media teknologi modern.

"Kalau saya lebih kepada moment dan angel yang menarik, human interest, kemudian lebih suka yang klasik.

Setiap fotografer memiliki style yang berbeda. Foto bagus bukan hanya itu yang dicari tapi yang menarik. Foto yang bercerita itu bukan foto yang bagus saja tapi yang memiliki kekuatan," ujar Erison J.Kambari.

Erison J.Kambari menegaskan walaupun hanya menggunakan kamera biasa jika sang fotografer handal dalam memahami teknik kamera akan menghasilkan foto yang bagus.

"Untuk penghobi, beda sama profesi. Kalau yang hobi berkarya lebih pada kepuasan. Pakai kamera apa adanya saja jangan tergiur dengan kamera mahal, karena setiap saat berganti.

Kamera bagus memang bisa menghasilkan foto yang bagus tapi tidak selalu juga. Foto bagus lebih kepada penguasaan kameranya," tutup fotografer yang juga pernah menjadi penulis kolom dan fiksi di koran.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved