Lifestyle
Semarak Gathering Fotografer Ranah Minang di Pasar Van Der Capellen Batusangkar
Fotografer Ranah Minang merupakan perkumpulan komunitas fotografer yang ada di Sumatera Barat (Sumbar).
Penulis: Merinda Faradianti | Editor: Emil Mahmud
Fotografer Ranah Minang Ghatering Bersama di Pasar Van Der Capellen Batusangkar
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Merinda Faradianti
TRIBUNPADANG.COM, BATUSANGKAR - Fotografer Ranah Minang merupakan perkumpulan komunitas fotografer yang ada di Sumatera Barat (Sumbar).
Berbagai komunitas fotografer bergabung di sana mulai dari fotografer hobi, fotografer wedding, hingga fotografer non komunitas.
Seorang pegiat fotografer Ranah Minang Erison J.Kambari saat menghadiri gathering bersama di Pasar Van der Capellen Batusangkar.
"Ini sebenarnya bukan komunitas hanya perkumpulan WA (WhatsApps) dan namanya Fotografer Ranah Minang ada beberapa komunitas fotografer di dalamnya.
• LIVE STREAMING: Pasar Van der Capellen, Pasar Bertema Masa Penjajahan di Batusangkar
• Benteng Van der Capellen Batusangkar, Peninggalan Penjajah Belanda yang Pernah Dijadikan Markas BKR
Ada yang non komunitas ada yang bukan, ini sebenarnya jaringan komunikasi. Ini baru paling 2 tahunan, kalau saya fotografer non komunitas dan bergabung ikut banyak kegiatan bersama komunitas lainnya," kata Erison J Kambari saat dikonfirmasi ulang TribunPadang.com, Rabu (2/10/2019).
Memiliki lebih kurang 250 anggota yang ikut tergabung, Fotografer Ranah Minang dijadikan wadah untuk saling berkomunikasi serta bertukar pikiran sesama penyuka fotografi.
"Hanya sebagai jaringan untuk memperlancar komunikasi antar fotografer di Ranah Minang. Bukan saya pencetusnya ada salah seorang teman yang menyarankan bikin grup kemudian saya bergabung," ujar fotografer yang juga memiliki hobi melukis tersebut.
Kendati hanya terdiri dari grup WA, tidak menghalangi keakraban serta saling bertukar pikiran sesama fotografer.
"Kam saling berkomunikasi di sana, jadi bukan komunikasi per komunitas, tetapi sudah seluruh Sumbar. Ada yang fotografer wedding, ada yang fotografer hobi, ada yang non komunitas, profesi, ada yang guru juga tapi dia penyuka foto.
Kalau alasan saya bergabung, karena sesama fotografer biar gampang berkomunikasi saja," lanjut Erison J Kambari.
• Keunikan Pasar Kuliner Van der Capellen Batusangkar, Pengunjung Wajib Belanja Pakai Koin Capellen
• Benteng Van der Capellen Batusangkar, Saksi Bisu Pendudukan Belanda di Tanah Datar
Erison J Kambari menyukai dunia fotografi semenjak ia masih duduk di bangku SMA. Namun sejak tahun 2000, ia intens mendalami ilmu fotografinya.
Erison J Kambari juga aktif di sosial media Facebook mulai tahun 2008. Lalu, mulai tahun 2015 ia mencoba aktif di Instagram. Ada sekitar 9000 foto Pesona Ranah Minang ia upload di sosial media nya.
"Pengalaman ketika sudah masuk di grup WA ini lebih banyak bertukar informasi mengenai fotografi, sharing ilmu, bukan hanya berbicara mengenai fotografi tapi segala hal diperbincangkan.
Informasi mengenai foto banyak didapat dari sana, termasuk informasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan dunia fotografi," jelas Erison J Kambari.
• Keunikan Pasar Kuliner Van der Capellen Batusangkar, Pengunjung Wajib Belanja Pakai Koin Capellen
Saat ditemui TribunPadang.com, Erison J Kambari bersama fotografer lainnya sedang mengadakan gathering pertama di Pasar Van der Capellen yang pada saat itu sedang berulang tahun yang pertama.
"Ini ghatering bersama dan kami beri judul Silaturahmi Fotografer Ranah Minang," ujar pria yang berdomisili di Bukittinggi tersebut.
Kata dia, saat melakukan gathering di Pasar Van der Capellen Batusangkar merupakan kesempatan dirinya untuk bertemu dengan sesama fotografer lainnya.
Karena Erison J Kambari merupakan salah seorang fotografer yang mem-viralkan Pasar Van der Capellen Batusangkar.
Sehingga ia mendapatkan penghargaan langsung dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Datar, Abdul Hakim.
"Jadi ini kesempatan untuk berkumpul bersama biasanya kan hunting bersama agak susah. Ngumpul-ngumpul bareng baru kali ini yang kumpul semuanya.
Fotografer merupakan ujung tombak promosi wisata, jadi dengan kehadiran fotografer semakin bisa memasarkan pasar digital ini kan.
Satu foto bisa bercerita lebih banyak hal. Jadi fotografer tertarik ke sini pun karena suasana yang unik," terang Erison J Kambari yang juga seorang desain grafis tersebut.
Erison J Kambari tertarik dunia fotografi karena menurutnya fotografi merupakan media yang cukup asik untuk mengekspresikan diri dan sebagai tempat untuk menyalurkan bakat seni melukis lewat media teknologi modern.
"Kalau saya lebih kepada moment dan angel yang menarik, human interest, kemudian lebih suka yang klasik.
Setiap fotografer memiliki style yang berbeda. Foto bagus bukan hanya itu yang dicari tapi yang menarik. Foto yang bercerita itu bukan foto yang bagus saja tapi yang memiliki kekuatan," ujar Erison J.Kambari.
Erison J.Kambari menegaskan walaupun hanya menggunakan kamera biasa jika sang fotografer handal dalam memahami teknik kamera akan menghasilkan foto yang bagus.
"Untuk penghobi, beda sama profesi. Kalau yang hobi berkarya lebih pada kepuasan. Pakai kamera apa adanya saja jangan tergiur dengan kamera mahal, karena setiap saat berganti.
Kamera bagus memang bisa menghasilkan foto yang bagus tapi tidak selalu juga. Foto bagus lebih kepada penguasaan kameranya," tutup fotografer yang juga pernah menjadi penulis kolom dan fiksi di koran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/twin-chan.jpg)