Kopi Kerinci Depati, Kopi Olahan Mahasiswa Universitas Andalas Peraih Hadiah Rp 100 Juta dari MEA

Olahan produk kopi tersebut di beri brand "Kopi Kerinci Depati" yang dirintis Rizki Syahputra bersama empat temannya.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Kopi Kerinci Depati, Inovasi Olahan Kopi Mahasiswa Universitas Andalas yang Bernilai Jual Tinggi 

Lalu, juga tercatat bahwa lebih dari 10.000 KK di Kerinci berprofesi sebagai petani kopi, namun kopi dari petani belum memiliki harga jual yang tinggi.

Lebih lanjut, Rizki Syahputra menjelaskan bahan baku ceri kopi untuk membuat produk olahan kopi diambil dari 26 orang mitra petani kopi Kerinci.

Selanjutnya, bahan baku tersebut diolah dan diproduksi sehingga menghasilkan Green Bean (biji kopi) Robusta dan Arabica, Roasted Bean Robusta dan Arabica, Parfum Kopi, dan Bubuk Kopi.

Warung Kopi Kurma Suguhkan Kopi Rasa Nusantara, Depan Lapas Muara Padang

"Bahan baku tersebut diolah dan diproduksi di desa Siulak Deras Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci," jelas Rizki Syahputra.

Proses pembuatan produk Kopi Kerinci Depati, dijelaskan Rizki Syahputra tergantung dengan jenis produk.

"Rata-rata untuk penjemuran menghabiskan waktu 1 hingga 2 minggu untuk menghasilkan Green Bean dengan kadar air 11 hingga 12 persen. Dan ini sudah kami mulai sejak tahun 2017 lalu," kata Rizki Syahputra.

Sementara, untuk modal kata Rizki, timnya pernah mendapat bantuan dana dari Kemenristekdikti sebesar Rp 10 juta dengan program KBMI pada tahun 2018.

Selain itu, mereka juga menggunakan dana pribadi untuk modal.

Ketika mendapat juara I dan mendapat hadiah sebesar Rp 100 juta yang diberikan langsung Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Rizki dan tim sangat bahagia.

"Insya Allah apa yang dicapai sebanding dengan hadiah yang didapat," kata Rizki.

Beberapa cara dilakukan Rizki dan tim untuk memasarkan produk mereka.

Green Bean (biji kopi) Robusta dan Arabica, mereka jual langsung ke kafe dan coffeshop untuk bahan baku oleh pelaku usaha tersebut.

Dan Green Bean tersebut sudah masuk di beberapa provinsi di Indonesia.

Selanjutnya, untuk Parfum Kopi dan Bubuk Kopi itu dipasarkan langsung kepada konsumen dengan sistem reseler, media online marketplace seperti bukalapak dan tokopedia.

Provinsi yang sudah masuk produk itu adalah DKI Jakarta, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, Riau, Jambi, Sumbar, dan lain-lain.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved