Kepala BPS Sumbar Sukardi: NTP Naik Tapi Perlu Jadi Perhatian Serius

Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Barat (Sumbar) Agustus 2019 tercatat sebesar 94,46 persen atau naik sebesar 0,93 persen dibanding bulan sebelumnya

Kepala BPS Sumbar Sukardi: NTP Naik Tapi Perlu Jadi Perhatian Serius
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Kepala BPS Sumatra Barat (Sumbar) Sukardi mengatakan, sensus penduduk tahun 2020 akan menggunakan data Dukcapil sebagai sumber utama data..jpg 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Barat (Sumbar) Agustus 2019 tercatat sebesar 94,46 persen atau naik sebesar 0,93 persen dibanding bulan sebelumnya (Juli 2019) yang tercatat sebesar 93,59 persen.

Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,54 persen dan indeks harga yang dibayar petani pada kelompok barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga untuk keperluan produksi pertanian mengalami penurunan sebesar 0,39 persen.

BREAKING NEWS - Ditemukan Mayat tanpa Identitas di Muaro Padang, Ada Kulit Rambutan di Sakunya

Download Alan Walker Faded Ada Terjemahan Lirik Bahasa Indonesia dan Musik Video

Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat (Sumbar) Sukardi, NTP Agustus 2019 mengalami peningkatan pada empat subsektor.

"Subsektor tanaman pangan 1,10 persen, hortikultura 1,61 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,23 persen, dan peternakan 1,54 persen.

Sementara yang mengalami penurunan yakni subsektor perikanan sebesar 0,23 persen," jelas Sukardi, Senin (2/9/2019).

On My Way Alan Walker (Download) Dilengkapi Arti Lirik dan Musik Video

Chord Gitar Andmesh Kamaleng Hanya Rindu Ada Musik Video dan Lirik Lagu

Kendati demikian, tambah Sukardi, NTP itu perlu menjadi perhatian sebab NTP adalah gambaran dari tingkat kesejahteraan petani.

"Nah, ini khususnya di subsektor hortikultura, NTP-nya itu 82,31 persen. Ini artinya kalau dibandingkan petani- petani hortikultura pada tahun 2012 dulu, tingkat kesejahteraan berdasar NTP ini menurun," kata Sukardi.

Sukardi menyebut NTP Sumbar di subsektor hortikultura pada 2012 dulu tercatat sebesar 100 persen. Namun pada 2019, turun sebesar 17 persen.

MP3 Noah Wanitaku (Donwload)Ada Chord Gitar, Lirik Lagu dan Musik Video

Sedang Berlangsung Sinema India Ishq Mein Marjawan di ANTV, Baca Sinopsis 43

"Ini bisa dilihat pada kondisi petani, ketika dia panen raya, itu biasanya harga tingkat petani itu turun. Sekarang petani Solok saja menjerit karena harga tomat turun," ungkap Sukardi.

Sukardi mengatakan, kalau hortikultura tidak ditangani pasca panen, maka kondisi petani hortikultura itu akan tetap berada pada posisi merugi.

Sinopsis Drama Ishq Mein Marjawan Episode 43 Tayang di Antv Hari Ini Pukul 11.00 WIB

"Petani hortikultura itu tergantung kepada musim. Ini penanganannya adalah penanganan pasca panen yaitu buatlah tomat menjadi olahan industri seperti industri saos pada level kelompok tani, bukan pada kelompok besar," harap Sukardi.

Nantinya, kata Sukardi, saat panen raya, jika dibuat menjadi bahan olahan industri, maka bisa disimpan ketika tidak musim tomat.

Lalu, saos tomat dijual sehingga harganya tidak bergejolak secara terus-menerus. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved