Kabupaten Solok Selatan
Pemkab Solok Selatan Jadikan 1 Muharram 1448 H Momentum Perubahan dan Muhasabah
Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar rutinitas penanggalan yang berulang setiap tahun.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Solok Selatan jadikan 1 Muharram 1448 H sebagai momentum perubahan masyarakat.
- Wabup Yulian Efi ajak warga tinggalkan kebiasaan lama dan mulai evaluasi diri.
- Makna hijrah disebut bukan lagi pindah tempat, tetapi perubahan pola pikir.
- Sebanyak 42 jemaah haji pulang ke Solok Selatan dan disambut pemerintah daerah.
- Kemenag ungkap makna hijrah yang dinilai relevan menghadapi tantangan zaman.
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar rutinitas penanggalan yang berulang setiap tahun.
Bagi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, momen memasuki 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi ruang refleksi kolektif untuk mengukur sejauh mana peningkatan kualitas sosial dan spiritualitas masyarakat di wilayah tersebut.
Peringatan yang digelar di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan pada Senin (15/6/2026) tersebut, terasa berbeda karena bertepatan dengan momen spiritual lainnya.
Pemerintah daerah setempat sekaligus menyambut kepulangan puluhan jemaah haji yang baru saja menyelesaikan ibadah di Tanah Suci, Mekkah.
Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, dalam pidatonya menegaskan bahwa esensi dari Tahun Baru Islam terletak pada komitmen melakukan evaluasi diri (muhasabah).
Pergantian tahun sepatutnya menjadi garis start baru untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan beralih ke arah yang lebih produktif.
Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini Selasa 16 Juni 2026, Pariaman Diguyur Hujan Ringan
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Tahun baru ini harus menjadi momentum keberkahan bagi kita semua," ujar Yulian.
Menurut Yulian, angka tahun yang terus bertambah harus berbanding lurus dengan kematangan bersikap. Masyarakat diajak untuk tidak terjebak dalam seremonial belaka, melainkan fokus pada perbaikan kekurangan di masa lalu.
“Bukan sekadar pergantian waktu, tetapi momentum untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan, dan memperkuat tekad menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Yulian menegaskan.
Ia juga mengaitkan peringatan ini dengan akar sejarahnya, yaitu peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.
Peristiwa monumental tersebut dinilai memuat cetak biru (blueprint) mengenai bagaimana sebuah peradaban dibangun melalui perubahan paradigma.
Baca juga: 3 BERITA POPULER PADANG: Demo Ricuh DPRD, Longsor Dibersihkan dan Pedagang Keluhkan Kenaikan Harga
Lebih lanjut, Yulian menjelaskan bahwa hijrah di era modern tidak lagi berbicara tentang perpindahan geografis.
Konsep tersebut kini telah bergeser menjadi transformasi mental, pola pikir, serta perilaku yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
"Peristiwa hijrah mengajarkan kepada kita bahwa perubahan adalah sebuah keniscayaan. Tahun baru ini harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas kehidupan, baik sebagai individu, keluarga, maupun masyarakat," tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berharap, transformasi nilai ini dapat memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat. Dengan demikian, dinamika pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan penguatan fondasi moral warga.
| Sambut Libur Sekolah, Solok Selatan Siapkan Tiga Destinasi Wisata Unggulan: Ada Goa Batu Kapal |
|
|---|
| Susul SMA-SMK, Pemkab Solok Selatan Upayakan Madrasah Aliyah Bebas Biaya |
|
|---|
| Perda Pajak Solok Selatan Disahkan, Wabup Pastikan Tarif Tetap Perhatikan UMKM |
|
|---|
| Sertifikasi Halal UMKM Solok Selatan Baru 39 Persen, Pemkab Kejar Target Oktober 2026 |
|
|---|
| 3.700 Rider Trail dari Sumatra hingga Jawa Jajal Jalur Ekstrem Jelabar Chapter 3 di Solok Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/MUHARRAM-Bagi-Pemerintah-Kabupaten-Solodinnya.jpg)