Kabupaten Solok Selatan
Susul SMA-SMK, Pemkab Solok Selatan Upayakan Madrasah Aliyah Bebas Biaya
Kehadiran program sekolah gratis diharapkan mampu memangkas angka putus sekolah yang dipicu faktor ekonomi.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Bupati Solok Selatan, Khairunas, menggelar audiensi dengan pihak Kementerian Agama di Padang.
- Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa.
- Setelah menyasar jenjang SMA dan SMK, kini giliran Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang dibidik agar bisa diakses secara gratis oleh masyarakat.
- Kehadiran program sekolah gratis diharapkan mampu memangkas angka putus sekolah yang dipicu faktor ekonomi.
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, terus berupaya memperluas jangkauan program pendidikan tanpa biaya di wilayahnya.
Setelah menyasar jenjang SMA dan SMK, kini giliran Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang dibidik agar bisa diakses secara gratis oleh masyarakat.
Langkah ini diambil demi menciptakan keadilan dan pemerataan kualitas pendidikan bagi seluruh anak daerah di Solok Selatan.
Pemerintah setempat tidak ingin ada sekat pembatas dalam pemenuhan hak dasar anak untuk bersekolah.
Rencana strategis tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Solok Selatan, Khairunas saat menggelar audiensi dengan pihak Kementerian Agama. Pertemuan formal ini berlangsung di Kota Padang, Sumatera Barat.
Baca juga: Jaga Kebutuhan Energi Masyarakat, Pertamina Salurkan 54.263 Gas Elpiji 3 Kg di Kuranji Padang
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa.
Ia didampingi oleh Kepala Kantor Kemenag Solok Selatan, Fitriyoni, untuk membahas regulasi kedinasan.
Bupati Khairunas menegaskan bahwa audiensi ini menjadi ruang diskusi yang krusial untuk mematangkan konsep program. Pemerintah daerah ingin menggandeng seluruh lini instansi yang membawahi sektor pendidikan.
"Kami melakukan audiensi bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat untuk membahas berbagai peluang kolaborasi," ujar Khairunas dilansir Kamis (11/6/2026).
Menurut Khairunas, kolaborasi ini diarahkan sepenuhnya demi dongkrak kualitas pendidikan di bumi Solok Selatan.
Kehadiran program sekolah gratis diharapkan mampu memangkas angka putus sekolah yang dipicu faktor ekonomi.
Skema pembebasan biaya bagi siswa madrasah aliyah ini diproyeksikan sebagai kelanjutan dari kesuksesan program serupa.
Baca juga: Agenda Wako Padang 11 Juni 2026: Teken Kerja Sama Ombudsman RI hingga MoU Investasi Padang Sarai
Sebagaimana diketahui, Pemkab Solok Selatan telah menggratiskan biaya SMA dan SMK mulai tahun 2026 ini.
Kebijakan perluasan jangkauan ini kemudian dicanangkan menjadi salah satu program unggulan pemerintah kabupaten. Fokus utamanya adalah menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu tanpa membebani kantong orang tua siswa.
Mengingat MAN berada di bawah naungan kementerian vertikal, maka mekanisme pembiayaannya akan menggunakan sistem berbagi anggaran (cost sharing).
| Perda Pajak Solok Selatan Disahkan, Wabup Pastikan Tarif Tetap Perhatikan UMKM |
|
|---|
| Sertifikasi Halal UMKM Solok Selatan Baru 39 Persen, Pemkab Kejar Target Oktober 2026 |
|
|---|
| 3.700 Rider Trail dari Sumatra hingga Jawa Jajal Jalur Ekstrem Jelabar Chapter 3 di Solok Selatan |
|
|---|
| Harga Bawang Merah dan Cabai Rawit Naik di Solok Selatan, Beras hingga Daging Masih Stabil |
|
|---|
| Bupati Khairunas: Gerakan PKK Harus Mampu Jawab Tantangan Pembangunan SDM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Bupati-Solok-Selatan-Khairunas-1162026.jpg)