Gunung Marapi Erupsi

Breaking News: Gunung Marapi Sumbar Erupsi Pagi Ini, Lontarkan Kolom Abu Setinggi 2.400 Meter

Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi, mengatakan bahwa erupsi Gunung Marapi tersebut tepatnya terjadi sekitar pukul 03.02 WIB.

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/PGA Bukittinggi
ERUPSI GUNUNG MARAPI- Visualisasi Gunung Marapi di Sumatera Barat saat terjadi erupsi, Kamis (11/6/2026) pukul 083.02 WIB. Tinggi kolom abu erupsi Gunung Marapi teramati setinggi 2.400 meter. 
Ringkasan Berita:
  • Gunung Marapi Sumbar kembali erupsi pada Kamis (11/6/2026).
  • Gunung Marapi dilaporkan erupsi pada pukul 03.02 WIB.
  • Ketinggian kolom abu erupsi Gunung Marapi Sumbar kali ini teramati mencapai kurang lebih 2.400 meter di atas puncak, atau sekitar 5.291 meter di atas permukaan laut.

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali erupsi pada Kamis (11/6/2026) pagi.

Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi, mengatakan bahwa erupsi Gunung Marapi tersebut tepatnya terjadi sekitar pukul 03.02 WIB.

"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, pada pukul 03.02 WIB," ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Ahmad Rifandi menjelaskan bahwa ketinggian kolom abu erupsi Gunung Marapi Sumbar kali ini teramati mencapai kurang lebih 2.400 meter di atas puncak, atau sekitar 5.291 meter di atas permukaan laut.

Kata dia, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut.

Baca juga: Pertamax Rp17.000 per Liter di Sumbar, Ekonom Unand Sebut Travel dan Wisata Paling Terdampak

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27.7 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 57 detik," tambahnya

Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki atau pengunjung dan wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).

Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Baca juga: Satreskrim Polres Agam Periksa Kendaraan di SPBU Maninjau, Cegah Penyalahgunaan BBM Subsidi

Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukittinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.

Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Marapi melalui website Badan Geologi https://geologi.esdm.go.id, website PVMBG https://vsi.esdm.go.id, website Magma Indonesia https://magma.esdm.go.id, aplikasi Magma Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore, atau melalui media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram @pvmbg_).

Aktivitas Gunung Marapi Masih Fluktuatif

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat masih berada pada Level II (Waspada) berdasarkan hasil evaluasi pemantauan periode 16-31 Mei 2026.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan secara umum aktivitas Gunung Marapi masih menunjukkan pola fluktuatif.

Dinamika suplai fluida dan magma dari kedalaman masih terjadi sehingga potensi erupsi tetap ada, meski belum ditemukan indikasi peningkatan aktivitas yang signifikan.

"Pengamatan visual menunjukkan kejadian erupsi dan hembusan masih berlangsung dengan intensitas yang relatif stabil tanpa menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya," kata Lana Saria dalam laporan evaluasi aktivitas Gunung Marapi yang diterima, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Tim SAR Temukan Korban Longboat Terbalik di Mentawai, Mengapung 0,8 Mil dari Lokasi

Aktivitas Kegempaan Relatif Stabil

Berdasarkan data pemantauan selama dua pekan terakhir, aktivitas kegempaan Gunung Marapi masih didominasi oleh gempa hembusan dan tremor non-harmonik.

Tercatat sebanyak dua kali gempa letusan atau erupsi, 62 kali gempa hembusan, 87 kali tremor non-harmonik, 13 kali gempa low frequency, 12 kali gempa vulkanik dangkal, 16 kali gempa vulkanik dalam, 16 kali gempa tektonik lokal, serta 36 kali gempa tektonik jauh.

Selain itu, tremor menerus masih terekam dengan amplitudo 1 hingga 4 milimeter dengan dominan 3 milimeter.

Lana menjelaskan, data kegempaan yang terekam tidak menunjukkan adanya peningkatan yang mengarah pada suplai magma baru dari kedalaman.

Baca juga: Beras di Padang Stabil Meski Rupiah Tembus Rp18.078 per Dolar AS, Pedagang Belum Naikkan Harga

"Aktivitas kegempaan Gunung Marapi relatif stabil. Tidak terlihat peningkatan gempa yang mengindikasikan adanya tambahan suplai magma dari kedalaman," ujarnya.

Data deformasi yang dipantau melalui tiltmeter juga memperlihatkan kecenderungan menurun atau deflasi. Kondisi tersebut menunjukkan belum adanya tanda kuat pengisian magma baru di bawah tubuh gunung api.

Erupsi Kecil hingga Menengah Masih Perlu Diwaspadai

Meski aktivitas vulkanik belum menunjukkan eskalasi, Badan Geologi mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi erupsi berskala kecil hingga menengah, terutama di sekitar kawasan kawah.

Menurut Lana, selama tidak terjadi peningkatan suplai magma yang signifikan, potensi bahaya yang muncul diperkirakan masih berupa lontaran material pijar dan abu vulkanik di sekitar pusat aktivitas dengan jangkauan utama dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek.

Baca juga: Sertifikasi Halal UMKM Solok Selatan Baru 39 Persen, Pemkab Kejar Target Oktober 2026

"Potensi bahaya yang timbul diperkirakan masih berupa lontaran material pijar dan abu di sekitar pusat aktivitas, dengan jangkauan utama dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek," katanya.

Apabila terjadi erupsi, abu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya saluran pernapasan, serta dapat memengaruhi aktivitas penerbangan tergantung arah dan kecepatan angin.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Marapi juga diminta waspada terhadap ancaman lahar maupun banjir lahar saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Masyarakat Dilarang Masuk Radius 3 Kilometer

Dalam rekomendasinya, Badan Geologi menegaskan tingkat aktivitas Gunung Marapi tetap berada pada Level II (Waspada).

Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas atau Kawah Verbeek.

Baca juga: Hengki Ardiles dan Nur Iskandar Resmi Masuk Jajaran Kepelatihan Semen Padang FC 2026/2027

Warga yang berada di sekitar lembah dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi juga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan.

"Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan," ujar Lana.

Badan Geologi juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya dan selalu mengikuti arahan pemerintah daerah serta informasi resmi dari PVMBG dan Badan Geologi.

Menurut Lana, aktivitas Gunung Marapi akan terus dievaluasi secara berkala dan statusnya dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik yang signifikan.

Gunung Marapi 6 Kali Meletus Selama Mei 2026

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi mencatat 6 letusan Gunung Marapi sepanjang Mei 2026.

Sementara sepanjang 2026 terjadi 47 kali letusan Gunung Marapi yang pernah tercatat, mengutip magma.esdm.go.id.

Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dan masih erupsi serta mengeluarkan hembusan.

"Total 6 kali erupsi selama bulan Mei 2026 ini," kata Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi saat memberikan keterangan, Sabtu (30/5/2036).

Baca juga: Abu Erupsi Gunung Marapi Sabtu Pagi Mengarah ke Tanah Datar

Dari 6 kali letusan selama Mei 2026, lanjut Ahmad Rifandi, erupsi dengan kolom abu tertinggi terpantau terjadi Sabtu (30/5/2026) pagi tadi. 

Ketinggian kolom abu dari erupsi ini tercatat 2.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 4.891 di atas permukaan laut.

Kolom abu dari erupsi ini juga teramati berwarna kelabu, dengan intensitas sedang condong ke arah Timur Laut atau Tanah Datar.

"Ini erupsi tertinggi di bulan Mei 2026. Erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sementara ini ±1 menit 25 detik," katanya.

Gunung Marapi terletak dalam kawasan administrasi Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumbar. 

Memiliki ketinggian 2.891 mdpl, gunung ini dapat dilihat jelas dari Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang.

Saat cuaca cerah, Gunung Marapi bahkan akan terlihat jelas bila sedang berada di Pasar Atas, Kota Bukittinggi.

Selasa 5 Mei 2026

  • Terjadi erupsi Gunung Marapi Selasa, 05 Mei 2026, pukul 16:34 WIB. 
  • Visual letusan tidak teramati. 
  • Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23.2 mm dan durasi 33 detik.

Rabu 6 Mei 2023

  • Erupsi Rabu, 06 Mei 2026, terjadi pukul 03:43 WIB. 
  • Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 19.9 mm dan durasi 79 detik.

Selasa 12 Mei 2026

  • Terjadi erupsi Gunung Marapi Selasa, 12 Mei 2026, pukul 16:37 WIB. 
  • Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15.4 mm dan durasi 38 detik.

Rabu 13 Mei 2026

  • Erupsi Gunung Marapi Rabu, 13 Mei 2026, terjadi pukul 12:53 WIB. 
  • Visual letusan tidak teramati. 
  • Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 30 detik.

Sabtu 16 Mei 2026

  • Terjadi erupsi Gunung Marapi Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 10:19 WIB.
  • Tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 3391 m di atas permukaan laut). 
  • Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah tenggara. 
  • Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 29.8 mm dan durasi 32 detik

Sabtu 30 Mei 2026

  • Erupsi Gunung Marapi Sabtu, 30 Mei 2026 terjadi pukul 08:42 WIB.
  • Tinggi kolom abu teramati ± 2000 m di atas puncak (± 4891 m di atas permukaan laut). 
  • Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved