Pemkab Solok Selatan
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pemkab Solok Selatan Minta Pelaku Usaha Kooperatif
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Pemkab Solsel) menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan gelaran akbar Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026).
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Fajar Alfaridho Herman
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia.
- Masyarakat dan pelaku usaha diminta memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas Badan Pusat Statistik (BPS).
- Pemerintah daerah menilai data yang akurat sangat penting untuk menghasilkan gambaran kondisi ekonomi yang valid serta menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah di masa mendatang.
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Pemkab Solsel) menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan gelaran akbar Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026).
Langkah nyata ini diambil guna memastikan seluruh potensi perekonomian di wilayah tersebut tercatat dengan akurat.
Untuk memperkuat komitmen tersebut, Bupati Solok Selatan telah menerbitkan instruksi resmi demi mengawal jalannya pendataan.
Kebijakan ini diharapkan mampu menggerakkan seluruh lini masyarakat agar bersikap kooperatif selama proses sensus berlangsung.
Baca juga: Pemkab Solok Selatan Kejar Program Rumah Murah FLPP, Siapkan Lahan Gratis untuk Warga
Terbitkan Surat Edaran Resmi
Langkah konkret Pemkab Solsel diwujudkan melalui penerbitan Surat Edaran (SE) Bupati Solok Selatan Nomor 555/112/DISKOMINFO/VI-2026. Surat edaran tersebut berisi tentang Dukungan Pelaksanaan Sensus Ekonomi Indonesia Tahun 2026 di tingkat daerah.
Bupati Solok Selatan, Khairunas mengimbau dengan sangat agar seluruh elemen masyarakat membuka diri terhadap kedatangan petugas. Sinergi antara warga dan pencatat data menjadi kunci utama keberhasilan agenda nasional ini.
Pihak pemerintah daerah juga menegaskan bahwa pelaksanaan SE 2026 di lapangan akan bergulir dalam waktu dekat.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, proses pendataan ini akan berlangsung selama empat bulan penuh, yakni dari periode Mei hingga Agustus 2026.
Ajakan Jujur Beri Data
Dalam maklumat yang disebarkan, Bupati meminta warga dan para pelaku usaha untuk memberikan akses kemudahan bagi para petugas Badan Pusat Statistik (BPS) yang mendatangi lokasi mereka. Keramahan dan keterbukaan sangat dinantikan demi kelancaran proses di lapangan.
"Kami meminta seluruh masyarakat dan pelaku usaha memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus," bunyi instruksi dalam edaran tersebut dilansir resmi, Sabtu (6/6/2026).
Kejujuran data dari pelaku usaha dinilai sangat krusial. Sebab, kekeliruan informasi yang diberikan di tingkat bawah akan berdampak pada biasnya potret ekonomi makro regional di masa mendatang.
Baca juga: Cuaca Sumbar Besok Didominasi Cerah Berawan, Warga Diminta Hindari Paparan Langsung Sinar Matahari
Instruksi untuk Camat hingga Wali Jorong
Tidak hanya menyasar masyarakat umum, Bupati juga menginstruksikan aparatur sipil di tingkat bawah untuk bergerak aktif. Seluruh camat di wilayah Solok Selatan diminta mengawal langsung jalannya program ini.
Perintah serupa juga ditujukan kepada para Wali Nagari serta Wali Jorong sebagai garda terdepan pemerintahan di tingkat desa dan dusun. Mereka diwajibkan untuk memfasilitasi kebutuhan para petugas pencacah di lapangan.
Selain memfasilitasi, jajaran aparatur tingkat bawah ini diminta gencar melakukan sosialisasi dan koordinasi. Langkah ini diperlukan agar tidak ada kesalahpahaman atau penolakan dari masyarakat saat petugas BPS datang berkunjung.
Agenda Serentak Nasional
Sebagai informasi, kegiatan Sensus Ekonomi 2026 ini bukan hanya menjadi agenda lokal di Kabupaten Solok Selatan saja. Kegiatan masif ini digelar secara serentak di seluruh pelosok wilayah Indonesia.
Tujuan utama dari pengumpulan data berskala nasional ini adalah untuk menyajikan basis data yang komprehensif, valid, serta paling mutakhir. Data yang dihasilkan nantinya akan memotret kondisi riil serta potensi ekonomi, baik di level pusat maupun daerah.
Bagi Pemkab Solsel sendiri, hasil akhir dari SE 2026 akan menjadi kompas penting. Data tersebut bakal dijadikan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan, khususnya arah kebijakan ekonomi Solok Selatan ke depan.
Cakupan 18 Kategori Usaha
Sensus Ekonomi 2026 dirancang untuk menguliti informasi dasar dari seluruh aktivitas usaha yang ada di Indonesia. Setidaknya, ada 18 kategori lapangan usaha yang menjadi target sasaran pendataan petugas BPS.
Sektor-sektor tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan manusia, aktivitas sosial, hingga sektor kesenian, olahraga, dan rekreasi. Selain itu, aktivitas jasa lainnya serta aktivitas badan internasional juga ikut disasar.
Tak kalah penting, sektor primer seperti pertanian, kehutanan, perikanan, serta pertambangan dan penggalian turut didata. Bidang industri pengolahan, penyediaan listrik, gas, uap, udara dingin, hingga pengelolaan air limbah dan remidiasi juga masuk dalam daftar.
Baca juga: Bupati Khairunas: Gerakan PKK Harus Mampu Jawab Tantangan Pembangunan SDM
Sektor komersial lainnya yang wajib menyerahkan data yang valid meliputi bidang konstruksi, perdagangan besar dan eceran, sektor transportasi, pergudangan, hingga penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum.
Terakhir, sensus ini juga menyasar sektor modern seperti penerbitan, penyiaran, telekomunikasi, pemrograman, konsultasi, infrastruktur komputasi, jasa informasi, keuangan, asuransi, real estate, hingga aktivitas profesional dan administratif penunjang usaha.
Hasilkan Peta dan Analisis Ekonomi Digital
Melalui proses panjang pendataan ini, BPS ditargetkan mampu memetakan lanskap perekonomian Indonesia secara detail. Analisis sektoral nantinya akan diklasifikasikan berdasarkan skala usaha mikro, kecil, menengah, hingga besar.
Menariknya, SE 2026 tidak hanya melihat angka-angka konvensional. Hasil sensus ini juga akan menyajikan analisis kontemporer seperti tinjauan ekonomi lingkungan dan perkembangan ekonomi digital yang sedang tren saat ini.
Output dari Sensus Ekonomi 2026 ini dipastikan membawa manfaat besar bagi banyak pihak. Selain mendukung keputusan strategis pemerintah, data ini akan membantu para pelaku usaha lokal untuk mengendus peluang pasar baru dan mengantisipasi tantangan bisnis di masa depan.
| Gelar O2SN dan FLS3N 2026, Bupati Khairunas: Ini Bukan Sekadar Mencari Siapa yang Terbaik |
|
|---|
| Pemkab Solsel Klaim Angka Pengangguran Turun Berkat Membaiknya Iklim Investasi |
|
|---|
| Wabup Solok Selatan Tekankan Target RPJMD 2025-2029 Harus Tuntas, Singgung Kondisi Keuangan Daerah |
|
|---|
| Perkuat Pembangunan Inklusif, Pemkab Solok Selatan Dorong Inovasi Digital Organisasi Perempuan |
|
|---|
| Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok Selatan Perkuat Aturan Pajak Air Permukaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/060626-khairunas.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.