Pesta Bola 2026

Ketua DPRD Sumbar Ajak Warga Nobar Piala Dunia 2026 demi Genjot Omzet UMKM

Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya soal persaingan negara-negara terbaik dunia di lapangan hijau. 

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
PIALA DUNIA 2026 - Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, mengajak masyarakat menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan. Menurutnya, kegiatan nonton bareng juga dapat membantu menggerakkan UMKM melalui peningkatan penjualan makanan dan minuman selama berlangsungnya turnamen. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua DPRD Sumbar ajak warga manfaatkan Piala Dunia 2026 untuk gerakkan UMKM.
  • Muhidi nilai nobar tak cuma soal bola, tapi bisa perkuat silaturahmi warga.
  • Pedagang teh talua, kopi, hingga gorengan disebut bisa raup peluang cuan.
  • Piala Dunia 2026 dinilai dapat buka aktivitas ekonomi lewat tradisi nobar.
  • Muhidi berharap pesta sepak bola dunia ini juga bangun persatuan masyarakat.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya soal persaingan negara-negara terbaik dunia di lapangan hijau. 

Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, mengajak masyarakat menjadikan pesta sepak bola terbesar di dunia itu sebagai momentum mempererat silaturahmi dan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Muhidi mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap ajang empat tahunan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menciptakan suasana kebersamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan menonton pertandingan secara bersama-sama atau nonton bareng bisa menjadi wadah memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Baca juga: BPS Sumbar Catat NTP Naik 3,93 Persen, Kunjungan Wisatawan ke Sumbar Justru Merosot

"Jadi kita jadikan Piala Dunia 2026 ini sebagai sarana membangun kebersamaan. Yang kedua mempererat silaturahmi," kata Muhidi saat diwawancarai TribunPadang.com, Senin (1/6/2026).

Tak hanya itu, politisi PKS tersebut menilai perhelatan Piala Dunia juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di daerah.

Ia mencontohkan pedagang makanan dan minuman dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat saat menggelar nonton bareng pertandingan.

"Yang ketiga tentu bagaimana kita memajukan UMKM. Dengan nonton bareng, masyarakat bisa membeli teh talua, kopi, gorengan dan sebagainya," ujarnya.

Muhidi berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat.

Baca juga: BPS Sumbar Catat Inflasi Tahunan Sumatera Barat Tembus 3,91 Persen per Mei 2026

Menurutnya, kegiatan yang menghadirkan banyak orang dalam satu tempat akan menciptakan peluang ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga suasana yang kondusif selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Muhidi berharap kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia itu menjadi sarana hiburan yang mampu memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

"Mudah-mudahan pelaksanaan Piala Dunia 2026 ini bisa menghibur kita sekaligus membangun persatuan dan kebersamaan kita semua," katanya.

Piala Dunia 2026 sendiri diperkirakan akan menyedot perhatian miliaran pasang mata di seluruh dunia. Di Indonesia, ajang tersebut juga diprediksi kembali menghadirkan tradisi nonton bareng yang selama ini menjadi bagian dari kemeriahan pesta sepak bola dunia. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved