Orang Hanyut di Solok Selatan

Memasuki Hari Ketiga, Pencarian Guru yang Hanyut Saat Pasang Pukek di Solok Selatan Masih Nihil

Abdul Malik menyebut terdapat sejumlah kendala selama pelaksanaan pencarian, yakni kondisi arus sungai yang deras serta minimnya jaringan komunikasi.

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Kantor SAR Padang
PENCARIAN ORANG HANYUT- Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Sutrisno (58), korban yang hanyut terseret arus sungai di Jorong Sinuek, Nagari Dusun Tangah, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Minggu (31/5/2026).Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan operasi pencarian pada Senin (1/6/2026) memasuki hari ketiga sejak korban dilaporkan hilang. 

Ringkasan Berita:
  • Update pencarian seorang guru hanyut terseret arus sungai di Solok Selatan.
  • Korban diketahui bernama Sutrisno (58), warga Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan.
  • Pencarian hari ketiga masih nihil dan belum ada tanda-tanda keberadaan korban.
  • Pencarian akan dilanjutkan pada Selasa (2/6/2026) pagi.

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang pria yang dilaporkan hanyut dan terseret arus sungai di Jorong Sinuek, Nagari Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Korban diketahui bernama Sutrisno (58), warga Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan operasi pencarian pada Senin (1/6/2026) memasuki hari ketiga sejak korban dilaporkan hilang.

"Tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian sesuai rencana operasi pada hari ketiga dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). Namun hingga sore hari korban belum berhasil ditemukan," kata Abdul Malik melalui keterangan resminya.

Korban Hanyut Saat Memasang Pukat

PENCARIAN ORANG HANYUT- Petugas gabungan melakukan pencarian terhadap Sutrisno (58) yang hanyut terseret arus Sungai Batanghari, Kabupaten Solok Selatan, Minggu (31/5/2026).
PENCARIAN ORANG HANYUT- Petugas gabungan melakukan pencarian terhadap Sutrisno (58) yang hanyut terseret arus sungai di Kabupaten Solok Selatan, Minggu (31/5/2026). (Dokumentasi/Kantor SAR Padang)

Berdasarkan informasi yang diterima Kantor SAR Padang dari saksi bernama Jon, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 17.59 WIB.

Saat itu, korban sedang memasang pukat di aliran sungai. Namun nahas, korban terseret arus sungai yang cukup deras.

Baca juga: Polisi Sita 10 Ton Biosolar Subsidi dalam Penggerebekan di Lubuk Kilangan, Kerugian Capai Rp100 Juta

Saksi sempat berusaha memberikan pertolongan kepada korban. Akan tetapi upaya tersebut tidak berhasil dan korban akhirnya hanyut terbawa arus.

Setelah kejadian, warga setempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Namun korban belum ditemukan hingga laporan diterima pihak SAR.

Dua Tim Dikerahkan Menyisir Sungai

Abdul Malik menjelaskan, pada hari ketiga operasi, area pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai dengan radius sekitar 6 kilometer dari lokasi kejadian.

SRU 1 melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu rafting.

Sementara itu, SRU 2 melakukan pencarian sepanjang sekitar 3 kilometer dari titik lokasi korban diduga hanyut menuju titik pencarian berikutnya menggunakan Landing Craft Rubber (LCR).

Baca juga: Usai Melapor ke Polisi, Mahkamah Adat Minangkabau Minta Abu Janda Disidang di Sumbar

"Operasi SAR hari ketiga dimulai pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB. Hasil pencarian masih nihil dan akan dilanjutkan kembali pada Selasa (2/6/2026) pagi," ujarnya.

Arus Deras dan Tidak Ada Sinyal Jadi Kendala

Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR gabungan menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya rescue carrier, perahu motor, perahu rafting, peralatan mountaineering, peralatan evakuasi, peralatan medis, peralatan komunikasi serta perlengkapan pendukung lainnya.

Tim gabungan yang terlibat terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD, perangkat nagari, unsur kecamatan dan masyarakat setempat.

Abdul Malik menyebut terdapat sejumlah kendala selama pelaksanaan pencarian, yakni kondisi arus sungai yang deras serta minimnya jaringan komunikasi di lokasi.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved