Antre Panjang Truk di SPBU

Siasat Sopir Hadapi Antrean Solar di Padang: Korbankan Waktu Demi Kelancaran Kerja

Menghadapi situasi ketidakpastian pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Kota Padang

Tayang:
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
ANTRE SOLAR - Antrean panjang kendaraan angkutan barang memadati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (17/5/2026) pagi. Sejumlah supir mengeluh karena panjangnya antrean untuk mengisi BBM Subsidi tersebut dan sulit mendapatkannya. 

Ringkasan Berita:
  • Antrean kendaraan untuk mengisi BBM jenis solar terjadi di SPBU Pertamina Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji, Minggu (24/5/2026), bahkan hingga meluber ke bahu jalan.
  • Para sopir memilih mengisi bahan bakar lebih awal pada akhir pekan demi menghindari risiko kehabisan solar saat hari kerja.
  • Kepadatan antrean ini juga dipicu peralihan sebagian pengguna BBM nonsubsidi ke solar subsidi, sehingga membuat beban antrean di SPBU semakin meningkat.
 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Menghadapi situasi ketidakpastian pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Kota Padang, para sopir truk angkutan barang kini harus memutar otak lebih keras.

Mereka dipaksa menyusun strategi matang agar roda perekonomian dan aktivitas pekerjaan mereka tidak terhenti total pada keesokan harinya.

Langkah antisipasi inilah yang terlihat jelas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Kayu Gadang, Simpang Kampus, Kelurahan Pasa Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat.

Pantauan Reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda pada Minggu (24/5/2026) pagi sekitar pukul 10.45 WIB, puluhan sopir truk rela mengorbankan waktu istirahat akhir pekan mereka demi mengamankan bahan bakar.

Bagi para pekerja sektor logistik dan angkutan material, solar adalah urat nadi utama yang menentukan apakah mereka bisa membawa pulang nafkah atau tidak.

Baca juga: Cerita Sopir di Padang Rela Antre Solar Sejak Pagi: Pas Giliran Kita Habis, Itu Bikin Pusing

Situasi di lapangan menunjukkan antrean armada angkutan barang tersebut sudah mengular sangat panjang.

Barisan kendaraan roda enam atau lebih itu bahkan meluber hingga ke bahu jalan di sekitar area SPBU, menciptakan pemandangan yang padat merayap.

Siasat Cerdik Menghindari Keterlambatan

Di tengah hiruk-pikuk antrean tersebut, terselip cerita tentang siasat cerdik para pengemudi truk dalam menyiasati keadaan yang serbakompleks ini.

Salah seorang sopir truk asal Kota Padang bernama Nurman, membagikan ceritanya mengapa ia berada di SPBU tersebut pada hari libur.

Nurman memilih untuk mengambil langkah proaktif dengan ikut mengantre sejak pagi hari, alih-alih menunggu hingga hari kerja tiba.

"Saat ini saya baru mengantre sekitar setengah jam. Langkah ini sengaja saya ambil dari sekarang daripada besok ketakutan kehabisan solar," ungkap Nurman kepada TribunPadang.com.

Baca juga: Pasien Tak Perlu Lagi ke Faskes, Puskesmas Lubeg Buka Layanan Dokter Warga di Padang

Strategi ini rupanya berkaitan erat dengan jadwal pekerjaannya yang sudah tersusun rapi untuk keesokan harinya.

Nurman menjelaskan bahwa berdasarkan rencana kerja, ia dijadwalkan harus memuat material pasir pada Senin pagi.

Menolak Kalah oleh Waktu

Jika ia baru memutuskan untuk mencari dan mengantre solar pada esok hari, maka waktu kerjanya dipastikan akan habis di jalan.

"Esok hari jadwalnya baru muat pasir. Jadi, daripada besok pagi saya harus terjebak antrean panjang lagi, lebih baik hari ini semuanya diselesaikan," tegasnya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved