Kabupaten Tanah Datar

Berniat Ambil Alat Kerja dalam Sumur, Dua Pria di Solok Tewas Diduga Kekurangan Oksigen

Keduanya diduga kuat menghirup gas beracun atau kekurangan oksigen saat berada di kedalaman sumur.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/BPBD Solok
EVAKUASI- Proses evakuasi dua orang warga terjebak dalam sumur di Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, pada Selasa (12/5/2026) siang. Keduanya diduga kuat menghirup gas beracun atau kekurangan oksigen saat berada di kedalaman sumur. 

Ringkasan Berita:
  • Dua orang pria terjebak dalam sumur di Solok, Selasa (12/5/2026).
  • Insiden maut ini melibatkan dua orang korban, yakni Firdaus (29) warga Gantung Ciri dan Dika (30) warga Cupak.
  • Keduanya diduga kuat menghirup gas beracun atau kekurangan oksigen saat berada dalam sumur.
  • Kejadian bermula korban pertama turun ke dalam sumur untuk mengambil alat kerjanya.Melihat rekannya 
  • pingsan, korba kedua ikut langsung turun ke bawah.

 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK – Dua orang pria dilaporkan di Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok meninggal dunia setelah terjebak di dalam sumur pada Selasa (12/5/2026) siang.

Insiden maut ini melibatkan dua orang korban, yakni Firdaus (29) warga Gantung Ciri dan Dika (30) warga Cupak.

Keduanya diduga kuat menghirup gas beracun atau kekurangan oksigen saat berada di kedalaman sumur.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok, Khairul, mengonfirmasi kejadian tersebut. 

Baca juga: 4 Berita Populer Padang: Sopir Laka Beruntun Tersangka, Cek Sapi Kurban, hingga Update Kasus Karim

Ia menyebutkan bahwa laporan pertama kali masuk ke Pusdalops-PB pada pukul 14.56 WIB dari pihak Camat X Koto Singkarak.

"Benar, kami menerima laporan adanya warga yang terjebak di dalam sumur di Nagari Saniangbaka. Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung kami kerahkan ke lokasi untuk proses evakuasi," ujar Khairul dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).

Kronologi Kejadian

Khairul menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika korban pertama, Firdaus, turun ke dalam sumur. Tujuannya adalah untuk mengambil alat kerja yang tertinggal di dasar sumur tersebut.

Namun, diduga karena kadar oksigen yang sangat minim di dalam sumur, Firdaus tiba-tiba kehilangan kesadaran. Ia tak kunjung memberikan respons saat berada di bawah.

Sementara itu, rekan korban, Dika, yang saat itu sedang beristirahat di bibir sumur mulai merasa curiga. Ia memanggil Firdaus berkali-kali namun tidak mendapatkan jawaban dari dalam sumur.

Baca juga: 4 Berita Populer Sumbar: Kasus Hantavirus hingga Penemuan Korban Tenggelam dan Terseret Arus

Merasa khawatir, Dika kemudian melongok ke dalam sumur dan mendapati rekannya sudah dalam kondisi pingsan. Tanpa pikir panjang dan tanpa peralatan pengaman yang memadai, Dika langsung turun ke bawah.

"Niatnya ingin menolong rekan yang pingsan, namun karena kondisi di bawah sangat minim oksigen, korban kedua akhirnya ikut jatuh pingsan dan terjebak di sana," lanjut Khairul.

Proses Evakuasi yang Menegangkan

Upaya penyelamatan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Kabupaten Solok, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI, Polri, serta dibantu oleh aparat nagari dan masyarakat setempat.

Khairul menyebutkan, proses pengangkatan jenazah korban dilakukan dengan teknik vertical rescue. Mengingat kedalaman sumur dan risiko gas beracun, petugas harus sangat berhati-hati saat turun ke bawah.

Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Rabu 13 Mei 2026 Didominasi Hujan Ringan

"Tim gabungan harus bekerja ekstra cepat namun tetap waspada. Evakuasi dilakukan secara vertikal menggunakan peralatan penyelamatan khusus dari rekan-rekan Damkar dan TRC," jelasnya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved