Prakiraan Gelombang

BMKG Padang Ingatkan Kapal Nelayan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sumbar hingga 3 Mei

BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi Sumatera Barat (Sumbar) yang berlaku mulai 1 Mei 2026 pukul 19.00 WIB hingga 3 Mei 2026

Tayang:
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Rezi Azwar
PERINGATAN GELOMBANG TINGGI - Ilustrasi gelombang. BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi Sumatera Barat (Sumbar) yang berlaku mulai 1 Mei 2026 pukul 19.00 WIB hingga 3 Mei 2026 pukul 19.00 WIB.  
Ringkasan Berita:
  • BMKG keluarkan peringatan gelombang tinggi di perairan Sumbar hingga 3 Mei 2026
  • Gelombang capai 2,5 meter terjadi di Pesisir Selatan hingga Kepulauan Mentawai
  • Wilayah barat Siberut berpotensi dihantam gelombang hingga 4 meter
  • Aktivitas pelayaran terancam, nelayan diminta waspada kondisi laut
  • Batas aman kapal terlampaui, risiko meningkat saat angin menguat

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi Sumatera Barat (Sumbar) yang berlaku mulai 1 Mei 2026 pukul 19.00 WIB hingga 3 Mei 2026 pukul 19.00 WIB. 

Dilansir Sabtu (5/2/2026), gelombang tinggi Sumbar berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan dengan ketinggian mencapai 4 meter.

Dalam laporan resmi, kondisi gelombang tinggi Sumbar dipengaruhi angin yang bertiup dari Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan 3 sampai 15 knot.

Cuaca di wilayah perairan Sumatera Barat terpantau hujan ringan hingga hujan sedang.

BMKG menyebutkan gelombang tinggi Sumbar dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Sipora, Perairan Timur Pagai, dan Perairan Timur Siberut.

Baca juga: Transformasi Pendidikan di Solok Selatan: Deep Learning hingga Beasiswa Guru Jadi Fokus Utama

Selain itu, wilayah Perairan Barat Siberut berpotensi mengalami gelombang lebih tinggi, yakni antara 2,5 hingga 4 meter.

Kondisi ini berisiko terhadap aktivitas pelayaran di sejumlah wilayah, antara lain Perairan Barat Pagai, Perairan Padang-Padang Pariaman, serta Perairan Agam-Pasaman Barat.

BMKG mengingatkan nelayan dan operator kapal untuk memperhatikan batas aman pelayaran. Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Sementara itu, kapal tongkang berisiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Kapal ferry juga berisiko apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter, terutama di wilayah perairan barat.

Baca juga: Laga Hidup Mati di Banten: Semen Padang FC Pertaruhkan Nasib di Ujung Tanduk

Prakirawan BMKG, Budi Iman Samiaji, dalam laporan tertulis menyampaikan, “Berisiko terhadap keselamatan pelayaran jika kecepatan angin dan tinggi gelombang melampaui batas aman.”

BMKG meminta seluruh pengguna jasa laut untuk terus memantau perkembangan cuaca dan memperhatikan peringatan gelombang tinggi Sumbar guna menghindari risiko di laut. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved