Solok Selatan

Transformasi Pendidikan di Solok Selatan: Deep Learning hingga Beasiswa Guru Jadi Fokus Utama

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat

Tayang:
TribunPadang.com/Pemkab Solok Selatan
HARDIKNAS - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menjadi panggung penegasan transformasi fundamental dalam dunia pendidikan. Upacara peringatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Solok Selatan pada Sabtu (2/5/2026) tersebut menjadi titik tolak bagi pemerintah daerah untuk menyelaraskan langkah dengan kebijakan pusat. 
Ringkasan Berita:
  • Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menyoroti perubahan mendasar dalam dunia pendidikan.
  • Komitmen menjadikan sekolah sebagai ruang pembentukan karakter, dengan menanamkan nilai keimanan, kemandirian, dan ketangguhan mental melalui interaksi antara guru dan siswa.
  • Pengembangan pendidikan tidak hanya fokus angka kelulusan semata, melainkan pada kualitas pemahaman siswa serta pembentukan karakter yang kuat.

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menyoroti perubahan mendasar dalam dunia pendidikan, yakni pergeseran dari capaian administratif menuju penguatan kualitas pembelajaran di kelas.

Momentum ini menjadi titik tolak penyelarasan kebijakan daerah dengan arah pendidikan nasional, dengan penekanan pada peningkatan kualitas guru serta pendalaman materi ajar bagi siswa.

Staf Ahli Bupati Solok Selatan, Novirman, menyebut pendidikan saat ini berada pada fase penting yang menentukan arah masa depan bangsa. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan nasional.

Baca juga: Bupati Khairunas Lepas 42 Jemaah Haji Solok Selatan 2026, Titip Doa Khusus untuk Kemajuan Daerah

"Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah penerapan konsep Deep Learning atau pembelajaran mendalam. Pendekatan ini hadir sebagai solusi atas kurikulum yang dinilai terlalu padat, namun belum mampu mendorong pemahaman substansial pada siswa," katanya saat memberikan kata sambutan ketika upacara peringatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Solok Selatan, Sabtu (2/5/2026).

Terapkan Konsep Deep Learning

Melalui metode ini, siswa tidak hanya dituntut untuk mengetahui materi, tetapi juga mampu mengaitkan ilmu dengan kehidupan sehari-hari secara kritis.

Pemerintah daerah menilai, selama ini proses belajar masih cenderung berorientasi pada hafalan tanpa pemahaman mendalam.

Pendekatan pembelajaran ini dinilai strategis di tengah derasnya arus informasi di era digital. Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi persaingan global.

"Transformasi pendidikan tersebut juga selaras dengan visi pembangunan sumber daya manusia dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Visi ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, serta karakter," ujarnya.

Komitmen Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berkomitmen menjadikan sekolah sebagai ruang pembentukan karakter, dengan menanamkan nilai keimanan, kemandirian, dan ketangguhan mental melalui interaksi antara guru dan siswa.

Namun, upaya tersebut tidak terlepas dari peran guru sebagai ujung tombak pendidikan. Pemerintah menilai kualitas pembelajaran sangat bergantung pada kompetensi dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Baca juga: Tambang Ilegal Solok Selatan Picu Kekerasan, WALHI Sumbar Soroti Sikap Pemerintah Daerah Bungkam

Karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi perhatian utama. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pemberian beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan Diploma IV atau Strata 1 (S1) melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

"Program ini diharapkan dapat membantu guru meningkatkan kualifikasi akademik sekaligus memperkuat kompetensi pedagogik, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan," harapnya.

Selain itu, skema RPL juga memberi peluang bagi guru berpengalaman yang belum memiliki gelar akademik untuk mendapatkan pengakuan atas kompetensi yang dimiliki.

Penguatan Karakter

Dengan berbagai langkah tersebut, Solok Selatan menegaskan arah baru pendidikan yang tidak lagi berfokus pada angka kelulusan semata, melainkan pada kualitas pemahaman siswa serta pembentukan karakter yang kuat.

Pemerintah daerah optimistis, dengan fokus pada perbaikan di dalam kelas dan dukungan terhadap guru, kualitas pendidikan di Solok Selatan akan terus meningkat dan mampu mencetak generasi yang berdaya saing serta berintegritas.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved