BERITA POPULER SUMBAR

3 BERITA POPULER SUMBAR: Benda Bercahaya di Langit, Mahasiswa Tewas Tertabrak dan Rumah Terbakar

BRIN melalui keterangan resminya memastikan bahwa objek bercahaya tersebut bukan meteor, melainkan sampah antariksa berupa sisa roket

Editor: Rahmadi
Tangkapan Layar/IG @pdg24jam
OBJEK BERCAHAYA VIRAL – Tangkapan layar video memperlihatkan objek bercahaya melintas di langit yang viral di media sosial, Sabtu (4/4/2026) malam. Fenomena yang sempat diduga meteor tersebut diketahui merupakan sampah antariksa yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sejumlah informasi menarik seputar Sumatera Barat (Sumbar) dirangkum dalam berita populer Sumbar setelah tayang 24 jam terakhir TribunPadang.com.

Pertama, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penjelasan terkait fenomena cahaya terang yang viral di media sosial dan terlihat melintas di langit Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (4/4/2026) malam.

BRIN melalui keterangan resminya memastikan bahwa objek bercahaya tersebut bukan meteor, melainkan sampah antariksa berupa sisa roket Tiongkok CZ-3B yang memasuki atmosfer Bumi.

Kedua, kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa terjadi di Jalan Lintas Solok-Padang, tepatnya di Jorong Aro, Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Minggu (5/4/2026) siang.

Insiden yang melibatkan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warba hitam dengan nomor polisi BA 4517 VAC dan truk Hino BM 9556 EO terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat wilayah tersebut diguyur hujan gerimis.

Ketiga, sebuah rumah warga di Jorong Katapiang, Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), ludes dilalap si jago merah, Minggu (5/4/2026).

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, setelah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi menerima laporan dari masyarakat setempat yang meminta bantuan pemadaman.

Simak selengkapnya berikut ini:

1. BRIN Ungkap Fakta Benda Bercahaya di Langit Sumbar: Sisa Roket yang Terbakar

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penjelasan terkait fenomena cahaya terang yang viral di media sosial dan terlihat melintas di langit Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (4/4/2026) malam.

Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, melalui keterangan resminya memastikan bahwa objek bercahaya tersebut bukan meteor, melainkan sampah antariksa berupa sisa roket Tiongkok CZ-3B yang memasuki atmosfer Bumi.

“Objek terang yang terlihat di langit itu adalah pecahan sampah antariksa. Saat memasuki atmosfer yang semakin padat, benda tersebut terbakar dan pecah, sehingga terlihat seperti serpihan cahaya,” jelas Thomas, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, fenomena tersebut terjadi akibat objek yang melaju dengan kecepatan tinggi mengalami gesekan kuat dengan atmosfer Bumi.

Baca juga: Benda Diduga Meteor Melintas di Langit Sumbar, BRIN: Sampah Antariksa Sisa Roket Tiongkok CZ-3B

Gesekan itu memicu panas tinggi hingga benda tampak menyala dan berapi saat dilihat dari permukaan.

Thomas menjelaskan, berdasarkan data Space-Track dan analisis orbit, sisa roket tersebut bergerak dari arah India menuju Samudera Hindia di sebelah barat Sumatera.

Sekitar pukul 19.56 WIB, objek mulai memasuki atmosfer padat pada ketinggian di bawah 120 kilometer.

Pada fase itu, hambatan udara meningkat drastis sehingga objek kehilangan kecepatan dan ketinggian dengan cepat.

Proses tersebut menyebabkan benda terbakar dan terfragmentasi menjadi beberapa bagian, seperti yang terlihat dalam video yang beredar.

Baca juga: Cekcok Berujung Maut, Pria di Padang Tewas dengan Luka Tusuk di Leher

Ia menambahkan, sebagian besar pecahan kemungkinan jatuh di wilayah hutan atau laut, sehingga tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat.

Thomas juga menegaskan bahwa fenomena jatuhnya sampah antariksa merupakan hal yang umum terjadi secara global, meski jarang dapat disaksikan langsung oleh masyarakat di Indonesia.

“Pada umumnya, sampah antariksa akan habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi, sehingga tidak perlu dikhawatirkan,” ujarnya.

BRIN pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik apabila melihat fenomena serupa di masa mendatang.

Selain itu, peristiwa ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi publik terkait ilmu pengetahuan dan aktivitas keantariksaan.

2. Ban Motor Selip, Mahasiswa Asal Dharmasraya Tewas Tertabrak Truk di Gunung Talang Solok

Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa terjadi di Jalan Lintas Solok-Padang, tepatnya di Jorong Aro, Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Minggu (5/4/2026) siang.

Insiden yang melibatkan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warba hitam dengan nomor polisi BA 4517 VAC dan truk Hino BM 9556 EO terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat wilayah tersebut diguyur hujan gerimis.

Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Rido, menyebut kecelakaan tersebut mengakibatkan pengendara sepeda motor berinisial WID (22), seorang mahasiswa yang beralamat di Nagari Simalidu, Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya.

"Iya benar ada kecelakaan antara sepeda motor dan truk yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia," kata Iptu Rido.

Kronologi Kejadian

KECELAKAAN- Truk yang terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di Jorong Aro, Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Minggu (5/4/2026) siang.
KECELAKAAN- Truk yang terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di Jorong Aro, Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Minggu (5/4/2026) siang. (Dokumentasi/Polres Solok)

Kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah Solok menuju arah Padang.

Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalan nasional dengan kondisi tikungan, aspal dalam keadaan basah dan licin akibat gerimis pada pukul 13.00 WIB.

Baca juga: Pria di Padang Tusuk Leher Korbannya hingga Tewas, Polisi Sita Pisau Sepanjang 20 Cm

"Diduga, sepeda motor korban mengalami slip diduga dikarenakan cuaca gerimis, sehingga melebar ke jalur kanan dari arah Solok," kata Rido.

Pada saat yang bersamaan, datang dari arah berlawanan sebuah mobil truk Hino dengan nomor polisi BM 9556 EO yang dikemudikan oleh A (57), warga Kuranji, Kota Padang.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan. Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka berat hingga meninggal dunia.

Evakuasi dan Penanganan

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban ke RSUD Arosuka.

Sementara itu, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan oleh Satlantas Polres Solok sebagai barang bukti.

Baca juga: Cekcok Berujung Maut, Pria di Padang Tewas dengan Luka Tusuk di Leher

Pihak kepolisian mencatat kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp2.000.000.

Kasus ini kini ditangani oleh Satlantas Polres Solok sesuai dengan laporan polisi nomor LP/A/37/IV/2026/SPKT/SATLANTAS/POLRES SOLOK/POLDA SUMBAR.

Masyarakat yang melintas di jalur tersebut diimbau untuk tetap waspada, terutama saat kondisi cuaca hujan yang membuat aspal jalan menjadi licin.

3. Rumah Petani di Matur Agam Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp400 Juta

Sebuah rumah warga di Jorong Katapiang, Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), ludes dilalap si jago merah, Minggu (5/4/2026).

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, setelah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi menerima laporan dari masyarakat setempat yang meminta bantuan pemadaman.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Bukittinggi, Joni Feri, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel ke lokasi usai menerima laporan.

Baca juga: Pria di Padang Tusuk Leher Korbannya hingga Tewas, Polisi Sita Pisau Sepanjang 20 Cm

PEMADAMAN KEBAKARAN – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bukittinggi bersama tim Damkar Agam melakukan proses pendinginan pascakebakaran rumah warga di Jorong Katapiang, Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Minggu (5/4/2026). Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah dan menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah.
PEMADAMAN KEBAKARAN – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bukittinggi bersama tim Damkar Agam melakukan proses pendinginan pascakebakaran rumah warga di Jorong Katapiang, Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Minggu (5/4/2026). Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah dan menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah. (Dokumentasi/Damkar Bukittinggi)

“Begitu laporan masuk dari masyarakat Lawang, kami langsung menurunkan personel piket untuk membantu pemadaman di lokasi kejadian,” ujarnya.

Ia menyebutkan, tim Damkar Bukittinggi tiba di lokasi dengan waktu respons sekitar 30 menit.

Dalam upaya pemadaman, Damkar Bukittinggi mengerahkan satu unit armada matra dan satu unit ranger, serta delapan personel.

Selain itu, pemadaman juga dibantu oleh dua unit armada Damkar Kabupaten Agam dengan 15 personel, serta dukungan dari TNI, Polri, dan relawan kebakaran (Redkar) setempat.

Baca juga: Cekcok Berujung Maut, Pria di Padang Tewas dengan Luka Tusuk di Leher

“Total personel yang terlibat lebih kurang 26 orang di lapangan,” katanya.

Objek yang terbakar merupakan satu unit rumah permanen berukuran sekitar 9x12 meter milik warga bernama Darwis (63), seorang petani.

Saat kejadian, rumah tersebut diketahui dihuni oleh lima orang. Namun, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Joni Feri menambahkan, setelah api berhasil dipadamkan, petugas langsung melakukan proses pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Selain itu, petugas juga melakukan pendataan serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran.

Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp400 juta. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved