Gempa Sumbar

Subduksi Lempeng Picu Gempa Mentawai M 5,7, Getaran Terasa hingga Padang dan Bukittinggi

Gempa bumi dengan magnitudo 5,7 yang berpusat di Tua Pejat, Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/BMKG
GEMPA BUMI SUMBAR - Titik gempa bumi dengan magnitudo 5,3 di Tua Pejat, Mentawai, Sumbar. Kepala BMKG Padang Panjang, Suadi sebut gempa disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng dan tidak berpotensi tsunami. 
Ringkasan Berita:
  • Gempa M5,7 guncang Mentawai, pusat gempa berada di laut dekat Tua Pejat.
  • BMKG sebut gempa dipicu aktivitas subduksi lempeng di barat Sumatera.
  • Getaran gempa dirasakan hingga Padang, Pariaman, hingga Solok.
  • Warga juga merasakan getaran di Bukittinggi, Payakumbuh hingga Dharmasraya.
  • BMKG pastikan gempa Mentawai tidak berpotensi tsunami.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gempa bumi dengan magnitudo 5,7 yang berpusat di Tua Pejat, Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng. 

Kepala BMKG Padang Panjang, Suadi Ahadi dalam keterangan tertulis menyampaikan ini Sabtu (4/4/2026).

Suaidi menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M5,7.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,12° LS ; 99,97° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 Km arah Tenggara Pejat, Sumatera Barat pada kedalaman 40 km," ucapnya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.

Baca juga: Bojan Hodak Andalkan Kedalaman Skuad Persib Bandung Hadapi Semen Padang, Tiga Pilar Utama Absen

Gempa ink disebabkan oleh adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( _thrust fault_ ).

"Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Padang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman dengan skala intensitas III-IV MMI," sebutnya.

Bila terjadi pada siang hari, gempa dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, daerah Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan skala intensitas II-III MMI.

Gempa yang dirasakan masyarakat berupa getaran seakan akan truk berlalu, seperti di daerah Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Solok Selatan dengan skala intensitas II MMI

Baca juga: Marc Klok Antusias Atmosfer di Padang, Persib Bandung Targetkan Poin Penuh di Kandang Kabau Sirah

"Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelasnya.

Hingga pukul 18.43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved