Gunung Marapi Erupsi

Gunung Marapi Meletus Puluhan Kali hingga Maret 2026, Kolom Abu Capai 3.000 Meter, Warga Waspada

Aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Sumatera Barat tercatat masih berlangsung dinamis sejak awal tahun 2026 hingga Kamis (26/3/2026).

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Pos PGA Bukittinggi
PANTAUAN GUNUNG MARAPI — Penampakam puncak Gunung Marapi yang dipantau melalui kamera Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi wilayah Barat Laut, Kamis (26/3/2026). Aktivitas vulkanik Marapi tercatat fluktuatif sejak awal tahun 2026, dengan puluhan kali letusan terekam hingga akhir Maret. 

Memasuki Maret 2026, aktivitas Gunung Marapi masih berlanjut. Pada 1 dan 3 Maret, amplitudo letusan kembali berada di kisaran 30 mm dengan durasi cukup lama, masing-masing 68 detik dan 86 detik.

Salah satu letusan yang menonjol terjadi pada 9 Maret, di mana kolom abu teramati mencapai 1.600 meter di atas puncak. Sementara itu, pada 14 Maret tercatat durasi letusan terpanjang dalam periode ini, yakni mencapai 201 detik.

“Durasi letusan yang panjang menunjukkan adanya pelepasan energi yang cukup signifikan, meskipun tidak selalu diikuti dengan kolom abu yang terlihat,” jelasnya.

Aktivitas juga tercatat pada 19 dan 24 Maret, dengan dua kali letusan dalam satu hari pada 24 Maret. Kedua letusan tersebut memiliki amplitudo di atas 28 mm, namun tinggi kolom tidak teramati akibat kondisi cuaca.

Pada Kamis (26/3/2026), Gunung Marapi kembali mengalami dua kali erupsi pada pagi hari. Erupsi pertama terjadi pukul 08.28 WIB dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 27 detik. Kemudian, erupsi kedua terjadi pukul 09.56 WIB dengan amplitudo 10 mm dan durasi 22 detik.

Baca juga: Persib Bandung Kembali Latihan Usai Libur Lebaran, Laga Terdekat Hadapi Semen Padang FC

“Untuk dua letusan hari ini, kolom abu tidak dapat diamati karena tertutup kabut,” ungkap Ahmad Rifandi.

Ia menegaskan, hingga saat ini status Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Masyarakat, pendaki, dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek.

Selain itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar, terutama saat hujan turun.

“Gunakan masker saat terjadi hujan abu, lindungi sumber air bersih, dan bersihkan atap rumah dari timbunan abu. Yang tidak kalah penting, masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved