Gunung Marapi Erupsi

Breaking News: Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi di Awal Ramadan 2026, Status Level II Waspada

Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pada pukul 10.53 WIB. Namun untuk tinggi kolom abu saat kejadian tidak teramati.

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/PGA Bukittinggi
ERUPSI GUNUNG MARAPI - Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi pada Rabu (18/2/2026) pukul 10.53 WIB. Letusan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sekitar 31 detik, sementara tinggi kolom abu tidak teramati secara visual. Status Marapi saat ini berada pada Level II (Waspada). 
Ringkasan Berita:
  • Gunung Marapi di Sumbar kembali mengalami erupsi pada Rabu (18/2/2026) pukul 10.53 WIB.
  • Erupsi tersebut tercatat dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan berdurasi sekitar 31 detik.
  • Namun untuk tinggi kolom abu saat kejadian tidak teramati.
  • Hingga saat ini status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada).
  • Masyarakat dan para pendaki diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Rabu (18/2/2026) pukul 10.53 WIB.

Peristiwa tersebut terekam di alat seismogram, meski tinggi kolom abu tidak teramati secara visual.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, Ahmad Rifandi, mengatakan erupsi tersebut tercatat dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan berdurasi sekitar 31 detik.

“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pada pukul 10.53 WIB. Namun untuk tinggi kolom abu saat kejadian tidak teramati. Secara instrumental, erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi kurang lebih 31 detik,” ujar Ahmad Rifandi dalam keterangan resminya.

Baca juga: Hilal Tak Terlihat di Sumbar, BMKG Lanjutkan Pemantauan 1 Ramadan 1447 H di Pariaman

Ia menyebutkan, hingga saat ini status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Masyarakat dan para pendaki diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.

“Kami mengingatkan masyarakat di sekitar Gunung Marapi serta pendaki dan wisatawan agar tidak memasuki atau beraktivitas di dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek,” tegasnya.

Selain itu, warga yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar, terutama saat terjadi hujan.

“Pada musim hujan, potensi banjir lahar perlu diwaspadai, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi,” tambah Ahmad.

Baca juga: Nagari Tuo Pariangan: Permata Tersembunyi di Lereng Gunung Marapi

Jika terjadi hujan abu, masyarakat juga disarankan menggunakan masker guna menghindari gangguan saluran pernapasan atau ISPA.

PGA Bukittinggi turut mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga situasi yang kondusif dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing isu yang tidak jelas sumbernya. Ikuti selalu arahan resmi dari pemerintah daerah dan informasi dari PVMBG,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah di Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diharapkan terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun Pos Pengamatan Gunung Marapi guna memperoleh perkembangan informasi terkini.

Untuk memantau aktivitas Gunung Marapi, masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui website Badan Geologi, PVMBG, Magma Indonesia, maupun aplikasi Magma Indonesia yang tersedia di Playstore, serta media sosial resmi PVMBG.

Petugas masih terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Marapi.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved