Berita Populer Sumbar
4 Berita Populer Sumbar: Teror Beruang di Dharmasraya dan Pasbar, Banjir di Agam dan Padang Pariaman
Ia melihat sosok hitam besar di balik rimbunnya pohon sawit, hanya berjarak sekitar 25 meter dari posisinya berdiri.
Ariyes menjelaskan bahwa laporan warga tidak hanya berfokus pada ketakutan akan serangan, tetapi juga kerugian ekonomi.
Beberapa tanaman perkebunan dilaporkan mulai mengalami kerusakan akibat aktivitas pencarian makan oleh hewan liar tersebut.
Baca juga: Empat Orang Terluka, BKSDA Pasang Perangkap Beruang Madu di Pasaman Barat
Sebagai langkah administratif dan protektif, Pemerintah Nagari Sialang Gaung bergerak cepat dengan melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Langkah ini diambil guna mengoordinasikan bantuan teknis dalam penanganan konflik satwa dan manusia.
Selain itu, laporan juga telah diteruskan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat.
Instansi tersebut dianggap memiliki kompetensi serta peralatan yang memadai untuk melakukan evakuasi atau penggiringan satwa kembali ke habitat aslinya.
"Kami menyadari bahwa beruang adalah hewan yang dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan oleh para profesional agar tidak membahayakan satwa itu sendiri maupun warga kami," tambah Ariyes.
Sembari menunggu tindakan dari pihak BKSDA, pihak nagari mengeluarkan imbauan keras agar warga meningkatkan kewaspadaan.
Para petani diminta untuk tidak pergi ke kebun sendirian dan menghindari aktivitas di kebun hingga larut malam.
2. Dugaan Pemicu Beruang Masuk Permukiman di Sinuruik Pasbar: Cari Makan hingga Tersesat di Sawah
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) beberkan penyebab kemunculan beruang madu ke permukiman warga di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).
Diketahui bahwa seekor beruang muncul di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat.
Satwa liar tersebut juga dilaporkan menyerang warga hingga petugas BKSDA Sumbar.
Berdasarkan keterangan Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, menyebut kemunculan beruang madu diterima pihaknya pada Sabtu (14/2/2026) lalu.
Baca juga: Update Penanganan Konflik Beruang Madu di Pasaman Barat, BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak
Beruang itu muncul pertama kali di area persawahan, saat warga sedang memanen padi.
Hewan buas tersebut kemudian menyerang warga yang sedang beraktivitas di sawah hingga melukai sebanyak tiga orang.
BERITA POPULER SUMBAR
Populer Sumbar
Sumatera Barat
petani diserang beruang
teror beruang
beruang madu masuk permukiman warga
Bencana Agam
bencana Padang Pariaman
banjir
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: 2 Jemaah Haji Gagal Berangkat, Gunung Marapi Erupsi dan Relokasi Pedagang |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Bendungan Jebol Bikin Banjir, Kepala BGN Jamin MBG dan Jemaah Haji Kloter 1 |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Sidang Wanda Ditunda, Waspada Kenaikan Harga Barang dan Harimau Koto Sani |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Solar Industri Naik, Damkar Sijunjung Evakuasi Ular dan Netralitas Pilwana |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Waspada Kenaikan Harga, Kloter 1 Haji Sumbar dan Pria Gelapkan Motor Teman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/satwa-liar-beruang-madu-1622026.jpg)