Berita Populer Sumbar

3 Berita Populer Sumbar: Warga dan Petugas BKSDA Diserang Beruang, Razia Miras Jelang Ramadan

Petugas yang diserang mengalami luka di bagian kaki kiri, tepat di atas pergelangan, dan harus mendapatkan lima jahitan.

Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com
KEMUNCULAN BERUANG MADU – Petugas BKSDA Pasaman Barat menelusuri arah larinya beruang madu di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat. Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, menyebut tiga warga terluka akibat serangan beruang saat panen padi, Sabtu (14/2/2026). 

Di bawah sorot lampu selasar kantor, puluhan personel dari kedua instansi tersebut menyimak arahan mengenai teknis pengamanan yang mengedepankan pendekatan persuasif.

Hadir dalam apel tersebut sejumlah pejabat daerah dan kepolisian, di antaranya Kabag Ops Polres Dharmasraya AKP Zamrinaldi, Kabag Ren AKP Rajulan, serta Kepala Badan Kesbangpol Dharmasraya Bobby P. Riza.

Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal stabilitas sosial.

Baca juga: Update Jalur Lembah Anai: Dibuka Dua Arah, Arus Lalu Lintas Pagi Ini Padat Merayap

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Damkar Dharmasraya, Yunisman, yang turut memimpin jalannya operasi, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat yang menginginkan kenyamanan beribadah.

Ramadhan yang tinggal menghitung hari menuntut lingkungan yang kondusif. Seusai koordinasi di markas, tim gabungan bergerak menuju pusat keramaian di Kecamatan Pulau Punjung.

Patroli dilakukan secara dialogis, di mana petugas mendatangi satu per satu tempat usaha yang disinyalir masih menjual barang-barang yang dilarang atau beroperasi di luar batas kewajaran.

Dalam penyisiran tersebut, petugas tidak sekadar melakukan pemeriksaan, tetapi juga menjalin komunikasi dengan para pelaku usaha.

Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Minggu 15 Februari 2026, Didominasi Hujan Ringan

Imbauan diberikan secara lisan agar seluruh elemen masyarakat turut serta menghormati kesucian bulan Ramadhan yang akan segera tiba.

Kendati mengutamakan dialog, ketegasan tetap ditunjukkan saat petugas menemukan pelanggaran nyata.

Di salah satu titik di wilayah Pulau Punjung, tim menemukan adanya peredaran minuman beralkohol yang tidak sesuai dengan peraturan daerah setempat.

Dari hasil penggeledahan di lokasi tersebut, petugas menyita sedikitnya delapan botol bir hitam dan dua botol minuman anggur merah.

Seluruh barang bukti tersebut langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Yunisman menjelaskan bahwa tindakan penyitaan ini adalah bagian dari penegakan hukum yang terukur.

Baca juga: 4 Berita Populer Sumbar: Dugaan Korupsi UIN Imam Bonjol, Kebakaran di Simpang Stasiun Bukittinggi

Pihaknya tidak ingin peredaran minuman keras menjadi pemicu tindak kriminalitas atau gangguan sosial lainnya saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa.

"Kami berupaya melaksanakan tugas ini dengan cara yang humanis. Tujuan utamanya bukan semata-mata menghukum, melainkan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa ketertiban adalah tanggung jawab bersama," ujar Yunisman dilansir resmi, Minggu (15/2/2026).

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved