Persoalan Sampah Bukittinggi

Raih Penghargaan Kota Terbersih, Bukittinggi Kini Hadapi Kendala Angkut Sampah hingga Menumpuk

"Kita akan selalu berupaya sesuai dengan kekuatan yang ada. Sebab mempertahankan akan lebih sedikit berat daripada untuk meraih," ujar Aldiasnur.

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com
PENGHARGAAN- Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam ASEAN Tourism Standards Awarding Ceremony yang digelar di Grand Ballroom, Nustar Resort, Cebu, Filipina, Jumat, 30 Januari 2026 lalu. Namun, Kota Bukittinggi sedang terkendala terkait pengangkutan sampah ke Kota Padang, akibat truk sampah tidak dapat melintas di jalur Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar. 

Kemudian, akan mempertahankan capaian kota terbersih di tingkat internasional.

"Kita akan selalu berupaya sesuai dengan kekuatan yang ada. Sebab mempertahankan akan lebih sedikit berat daripada untuk meraih," ujar Aldiasnur, saat dihubungi TribunPadang.com, Kamis malam.

300 Ton Sampah Bukittinggi Menumpuk di Depo dan Armada

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi mencatat sampah Bukittinggi menumpuk hingga mencapai 300 ton per hari ini, Senin (9/2/2026).

Penumpukan sampah secara masif ini terjadi setelah otoritas terkait mencabut izin melintas kendaraan roda enam ke atas di jalur Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Keterangan itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi, Aldiasnur saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Senin (9/2/2026).

Kata Aldiasnur, pencabutan izin melintas untuk kendaraan roda enam di Lembah Anai diberlakukan pada Sabtu (7/2/2026) malam.

Akibatnya, sejak diberlakukan hingga sekarang, ratusan ton sampah menumpuk di Kota Bukittinggi akibat angkutan sampah tak dapat melintas.

Baca juga: BMKG Prakirakan Cuaca Mentawai Berawan hingga Cerah Berawan, Malam Hari Berpotensi Hujan Ringan

Hingga kini, sampah di Kota Bukittinggi menumpuk hingga lebih kurang 300 ton. Baik di lapangan dan armada sudah terisi penuh.

"Sebagian sudah ditransfer depo, namun sekarang masih tersisa lebih kurang 300 ton. Sejak Sabtu malam hingga sekarang," ungkapnya saat memberikan keterangan via telepon whatsapp.

Ia menyebut pembukaan izin akses lalu lintas di Lembah Anai juga belum dapat dipastikan oleh pihaknya.

Sebab, pengerjaan jalan tengah berlangsung. Sehingga hingga kini, DLH Bukittinggi harus menunggu pembukaan izin melintas kembali.

Tak hanya itu, DLH Bukittinggi juga berharap kepada Kementrian Lingkungan Hidup untuk membangun lagi TPST di Kota Payakumbuh.

Baca juga: 7 Hari Dicari Tak Ketemu, Operasi SAR Korban Hanyut di Sungai Pulau Lebar Solok Selatan Dihentikan

Dengan begitu, sampah dari Kota Bukittinggi dapat dibuang di TPST Payakumbuh.

"Pembukaan izin melintas di Lembah Anai belum dapat diprediksi, kita tidak bisa memaksa, karena orang sedang bekerja di sana. Jadi kita harus menunggu," tambahnya.

Usulan DLH Bukitiinggi

MelansirTribunPadang.com, DLH Kota Bukittinggi usulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) regional di Payakumbuh kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mengatasi persoalan limbah kota.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved