Persoalan Sampah Bukittinggi
Raih Penghargaan Kota Terbersih, Bukittinggi Kini Hadapi Kendala Angkut Sampah hingga Menumpuk
"Kita akan selalu berupaya sesuai dengan kekuatan yang ada. Sebab mempertahankan akan lebih sedikit berat daripada untuk meraih," ujar Aldiasnur.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Kemudian, akan mempertahankan capaian kota terbersih di tingkat internasional.
"Kita akan selalu berupaya sesuai dengan kekuatan yang ada. Sebab mempertahankan akan lebih sedikit berat daripada untuk meraih," ujar Aldiasnur, saat dihubungi TribunPadang.com, Kamis malam.
300 Ton Sampah Bukittinggi Menumpuk di Depo dan Armada
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi mencatat sampah Bukittinggi menumpuk hingga mencapai 300 ton per hari ini, Senin (9/2/2026).
Penumpukan sampah secara masif ini terjadi setelah otoritas terkait mencabut izin melintas kendaraan roda enam ke atas di jalur Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Keterangan itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi, Aldiasnur saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Senin (9/2/2026).
Kata Aldiasnur, pencabutan izin melintas untuk kendaraan roda enam di Lembah Anai diberlakukan pada Sabtu (7/2/2026) malam.
Akibatnya, sejak diberlakukan hingga sekarang, ratusan ton sampah menumpuk di Kota Bukittinggi akibat angkutan sampah tak dapat melintas.
Baca juga: BMKG Prakirakan Cuaca Mentawai Berawan hingga Cerah Berawan, Malam Hari Berpotensi Hujan Ringan
Hingga kini, sampah di Kota Bukittinggi menumpuk hingga lebih kurang 300 ton. Baik di lapangan dan armada sudah terisi penuh.
"Sebagian sudah ditransfer depo, namun sekarang masih tersisa lebih kurang 300 ton. Sejak Sabtu malam hingga sekarang," ungkapnya saat memberikan keterangan via telepon whatsapp.
Ia menyebut pembukaan izin akses lalu lintas di Lembah Anai juga belum dapat dipastikan oleh pihaknya.
Sebab, pengerjaan jalan tengah berlangsung. Sehingga hingga kini, DLH Bukittinggi harus menunggu pembukaan izin melintas kembali.
Tak hanya itu, DLH Bukittinggi juga berharap kepada Kementrian Lingkungan Hidup untuk membangun lagi TPST di Kota Payakumbuh.
Baca juga: 7 Hari Dicari Tak Ketemu, Operasi SAR Korban Hanyut di Sungai Pulau Lebar Solok Selatan Dihentikan
Dengan begitu, sampah dari Kota Bukittinggi dapat dibuang di TPST Payakumbuh.
"Pembukaan izin melintas di Lembah Anai belum dapat diprediksi, kita tidak bisa memaksa, karena orang sedang bekerja di sana. Jadi kita harus menunggu," tambahnya.
Usulan DLH Bukitiinggi
MelansirTribunPadang.com, DLH Kota Bukittinggi usulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) regional di Payakumbuh kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mengatasi persoalan limbah kota.
Persoalan Sampah Bukittinggi
persoalan sampah
Lembah Anai
Aldiasnur
Kota Bukittinggi
Wali Kota Bukittinggi
Ramlan Nurmatias
sampah
| Truk Sampah Bukittinggi Tertahan, Pemprov Sumbar Minta Wali Kota Surati Menteri Soal TPA Payakumbuh |
|
|---|
| Roda Enam Dilarang Lewat di Lembah Anai, DLH Kerahkan 12 Pikap Angkut Sampah ke TPA Air Dingin |
|
|---|
| Antisipasi Penumpukan, DLH Bukittinggi Angkut Sampah ke TPA Air Dingin Pakai Mobil L300 |
|
|---|
| Truk Sampah Dilarang Lewat Lembah Anai, DLH Bukittinggi Desak Realisasi TPST Payakumbuh |
|
|---|
| Izin Melintas Lembah Anai Dicabut, 300 Ton Sampah Bukittinggi Menumpuk di Depo dan Armada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Wali-Kota-Bukittinggi-Ramlan-Nurmatias-1222026.jpg)