Perundungan di Limapuluh Kota

Siswa SMP di Sumbar Bully Teman, Psikolog Ungkap Cara Cegah Perundungan, Libatkan Ninik Mamak

Kasus perundungan siswa di SMPN 1 Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/ist
KASUS PERUNDUNGAN ANAK - Orang tua korban dan orang tua terduga pelaku bersalaman serta menandatangani perjanjian damai usai viral kasus perundungan, Selasa (10/2/2026). Psikolog Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Fitra Yanti, menyebut keluarga, masyarakat, Ninik Mamak, dan sekolah memiliki peran dalam membentuk karakter anak. 

Edukasi dan pemahaman tentang bullying diberikan kepada para siswa sehingga mereka dapat memiliki sifat empati dan bertindak solutif.

Selain itu, sekolah juga harus mengkampanyekan perilaku anti bullying kepada para siswa-siswanya.

4. Menanggapi laporan siswa tentang bullying dengan serius

Jika ada siswa yang melapor terjadi kasus bullying, guru bersikap tegas dalam menanggapi kasus bullying tersebut.

Dengan memberikan perhatian lebih terhadap laporan siswa mengenai bullying membuat para korban perundungan  merasa diberikan keamanan dan kasusnya dapat teratasi. 

Baca juga: Keterisian Kamar Hotel Bintang di Sumbar Turun Desember 2025, Hotel Bintang 3 Paling Diminati

5. Mengimplementasikan pendidikan karakter dan nilai religius

Untuk mencegah terjadinya bullying, sekolah berperan memberikan dan mengimplementasikan pendidikan karakter dan nilai religius bagi setiap siswa.

Pembelajaran yang didesain untuk mengembangkan karakter yang baik dan sesuai dengan ajaran agamanya, perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying. 

PERUNDUNGAN DI SUMBAR - Psikolog sekaligus Dosen di Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Fitra Yanti saat memberikan keterangan, Rabu (11/2/2026). Fitra Yanti memaparkan faktor-faktor perundungan dapat terjadi, mulai dari pola asuh, lingkungan, hingga faktor psikologis pelaku
PERUNDUNGAN DI SUMBAR - Psikolog sekaligus Dosen di Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Fitri Yanti saat memberikan keterangan, Rabu (11/2/2026). Fitri Yanti memaparkan faktor-faktor perundungan dapat terjadi, mulai dari pola asuh, lingkungan, hingga faktor psikologis pelaku (TribunPadang.com/Dok. Fitri Yanti)

Ungkap Pemicu Perundungan

Psikolog sekaligus Dosen di Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Fitri Yanti menyoroti isu perundungan yang acap kali terjadi di Provinsi Sumatera Barat.

Baru-baru ini kasus perundungan menimpa siswa SMPN 1 Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, di lingkungan sekolah.

Perundungan itu dipicu oleh ketidaksenangan terduga pelaku terhadap korban karena merasa dekat dengan siswi pujaan hatinya.

Dalam hal ini, Fitri Yanti memaparkan hal-hal yang menjadi pemicu perundungan (bullying) dapat terjadi.

"Mulai dari pola asus keluarga yang tidak harmonis, seperti kekerasan atau kurang kasih sayang, pengaruh lingkungan pertemanan hingga media," kata Fitri Yanti saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Jadwal Super League Pekan 21: Semen Padang Bidik Poin di Markas Arema FC, Misi Keluar Zona Merah!

Pelaku sering kali melakukan perundungan untuk mencari kekuasaan, kontrol, popularitas, atau sebagai pelampiasan atas trauma yang pernah menjadi korban sebelumnya.

Secara detail, pola asuh keluarga yang tidak harmonis, kurangnya kasih sayang membuat anak cenderung meniru kekerasan sebagai penyelesaian masalah.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved