Perundungan di Limapuluh Kota

Siswa SMP di Sumbar Bully Teman, Psikolog Ungkap Cara Cegah Perundungan, Libatkan Ninik Mamak

Kasus perundungan siswa di SMPN 1 Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

|
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/ist
KASUS PERUNDUNGAN ANAK - Orang tua korban dan orang tua terduga pelaku bersalaman serta menandatangani perjanjian damai usai viral kasus perundungan, Selasa (10/2/2026). Psikolog Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Fitra Yanti, menyebut keluarga, masyarakat, Ninik Mamak, dan sekolah memiliki peran dalam membentuk karakter anak. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus perundungan siswa SMPN 1 Luak di Lima Puluh Kota viral dan jadi sorotan publik
  • Psikolog Fitra Yanti minta keluarga, masyarakat, Ninik Mamak, dan sekolah ikut membentuk karakter anak
  • Pola pengasuhan keluarga disebut berpengaruh pada perilaku anak di sekolah
  • Lingkungan sosial dinilai bisa memicu atau mencegah perundungan
  • Sekolah diminta beri konseling, edukasi, dan tangani laporan perundungan dengan tegas

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI -  Kasus perundungan siswa di SMPN 1 Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Psikolog Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Fitri Yanti, menyebut keluarga, masyarakat, Ninik Mamak, dan sekolah memiliki peran dalam membentuk karakter anak.

Fitri Yanti saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Rabu (11/2/2026), menyebut keluarga menjadi peran utama dan dominan dalam membentuk perilaku, karakter, serta moral anak.

Apabila di dalam keluarga tidak harmonis, sering terjadi pertengkaran hingga kekerasan fisik, hal itu dapat berpengaruh terhadap karakter anak.

"Peran masyarakat juga dibutuhkan. Masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang ramah, damai serta memberikan edukasi atau dukungan sosial kepada anak," ungkapnya.

Baca juga: Baru Seminggu Pindah, Leo Guntara Langsung Lawan Semen Padang FC? Reuni Kilat di Laga Arema FC

Sehingga anak merasa aman, dicintai dan dihargai. Jika masyarakat tidak mampu menciptakan hal positif tersebut, maka aksi perundungan dapat tercipta.

Begitupun dengan Ninik Mamak di Minangkabau, perannya sangat dibutuhkan dalam membentuk karakter serta menjauhkan dari aksi tidak terpuji tersebut.

Terakhir kata Yanti, sekolah juga berperan penting dalam membentuk karakter dan perilaku anak.

Berikut beberapa peran sekolah:

1. Memberikan layanan konseling

Sekolah memberikan layanan konseling sebagai bentuk pencegahan, guru akan melakukan bimbingan sehingga memberikan dampak positif dan motivasi kepada para siswa. 

Baca juga: Fenomena Perundungan Siswa SMP di Sumbar, Psikolog Universitas Fort De Kock Ungkap Pemicu

2. Menciptakan pergaulan kondusif

Pergaulan yang kondusif akan membuat hubungan pertemanan antar siswa dan guru berjalan dengan baik.

Sehingga kasus perundungan akan terminimalisir. Selain itu, sekolah juga perlu menanamkan nilai-nilai religius pada setiap peserta didik untuk membangun hubungan positif dan penuh kasih sayang antar siswa maupun guru.

3. Mengedukasi

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved