Inflasi Sumbar

Harga Emas hingga Listrik Melejit, Inflasi Sumatera Barat Januari 2026 Tembus 3,92 Persen

Inflasi Sumatera Barat (Sumbar) pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,92 persen secara year on year (y-on-y).

Tayang:
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
centralfutures.com
INFLASI SUMBAR JANUARI - Ilustrasi inflasi Sumbar. Inflasi Sumatera Barat (Sumbar) pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,92 persen secara year on year (y-on-y). 

Ringkasan Berita:
  • Inflasi Sumatera Barat Januari 2026 tercatat 3,92 persen secara tahunan.
  • Kenaikan harga emas perhiasan dan tarif listrik jadi pemicu utama inflasi.
  • Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar naik hingga 9,12 persen.
  • Pasaman Barat mencatat inflasi tertinggi di Sumbar dengan angka 4,29 persen.
  • Meski tahunan naik, Sumbar justru mengalami deflasi bulanan 1,15 persen.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Inflasi Sumatera Barat (Sumbar) pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,92 persen secara year on year (y-on-y).

Kenaikan ini dipicu oleh naiknya harga emas perhiasan dan tarif listrik yang memberi andil besar terhadap pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat dikutip Senin (2/2/2026) mencatat inflasi Sumatera Barat Januari 2026 dengan IHK mencapai 111,12. 

Angka ini meningkat dibandingkan Januari 2025 yang berada di level 106,93. Tekanan inflasi terjadi di hampir seluruh kelompok pengeluaran.

Kabupaten Pasaman Barat mencatat inflasi y-on-y tertinggi di Sumatera Barat sebesar 4,29 persen dengan IHK 113,05.

Baca juga: Spartacks Optimis Kabau Sirah Bawa Pulang Tiga Poin dari Kandang PSM Makassar

Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Dharmasraya sebesar 3,35 persen dengan IHK 111,60.

Inflasi Sumatera Barat terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang naik 9,12 persen.

Kelompok ini menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,52 persen terhadap inflasi tahunan.

Selain listrik, emas perhiasan menjadi komoditas yang dominan mendorong inflasi y-on-y Januari 2026.

Kenaikan harga emas tercatat memberikan kontribusi signifikan bersama komoditas lain seperti beras, mobil, cabai rawit, serta sejumlah komoditas pangan dan nonpangan.

Baca juga: Tomas Trucha Bertekad Bangkit, PSM Makassar Wajib Tekuk Semen Padang Demi Putus Tren Negatif

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami inflasi sebesar 2,24 persen dengan andil 0,77 persen.

Harga beras, cabai rawit, daging ayam ras, ikan cakalang, kangkung, serta santan segar tercatat berkontribusi terhadap kenaikan ini.

Inflasi Sumatera Barat juga dipengaruhi oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatat kenaikan tertinggi sebesar 18,27 persen.

Kelompok ini menyumbang andil inflasi sebesar 0,90 persen secara y-on-y.

Kelompok transportasi mencatat inflasi sebesar 2,79 persen dengan andil 0,30 persen. Komoditas seperti mobil dan biaya pemeliharaan kendaraan tercatat memberi sumbangan inflasi pada periode ini.

Baca juga: Breaking News: Diduga Rem Blong, Truk Box Tabrak Minibus dan Motor di Sitinjau Lauik

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved