Prakiraan Gelombang

Waspada! BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Sumbar hingga 5 Januari 2026

BMKG merilis peringatan dini terkait ancaman gelombang tinggi 4 meter yang berpotensi melanda sejumlah wilayah perairan di Sumatera Barat.

Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
PRAKIRAAN GELOMBANG SUMBAR - Sejumlah nelayan saat bersandar di kawasan dekat Pantai Muaro Lasak, Kecamatan Padang Barat, Provinsi Sumatera Barat, Senin (11/8/2025). BMKG merilis peringatan dini terkait ancaman gelombang tinggi 4 meter yang berpotensi melanda sejumlah wilayah perairan di Sumatera Barat, Peringatan ini berlaku mulai tanggal 2 hingga 5 Januari 2026 pukul 19.00 WIB akibat kondisi cuaca ekstrem. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait ancaman gelombang tinggi 4 meter yang berpotensi melanda sejumlah wilayah perairan di Sumatera Barat.

Peringatan ini berlaku mulai tanggal 2 hingga 5 Januari 2026 pukul 19.00 WIB akibat kondisi cuaca ekstrem.

Dalam laporan resminya, dikutip Minggu (4/1/2026) BMKG menjelaskan gelombang tinggi dipicu oleh pola angin yang bertiup dari arah barat laut hingga utara dengan kecepatan berkisar 5 hingga 25 knot.

Kondisi tersebut memengaruhi stabilitas perairan pesisir dan laut lepas di wilayah Sumatera Barat.

BMKG mencatat gelombang tinggi setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Agam, Perairan Pasaman Barat, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Padang-Pariaman, Perairan Timur Sipora, serta Perairan Timur Pagai.

Baca juga: Warga Batu Busuk Padang Nyaris Terisolasi, Distribusi Logistik Jadi Prioritas Usai Jalan Utama Putus

Wilayah-wilayah ini menjadi jalur aktivitas nelayan dan pelayaran jarak dekat.

Selain itu, BMKG juga memprediksi gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Barat Kepulauan Mentawai.

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas pelayaran laut terbuka dan kapal berukuran sedang hingga besar.

BMKG menyebut risiko keselamatan meningkat seiring bertambahnya kecepatan angin dan tinggi gelombang.

Nelayan perahu disarankan waspada saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Baca juga: Misteri 2 Janin di Kos Mahasiswi Padang yang Kosong, Penghuni Libur Kuliah, Polisi Cari Pelaku

Sementara kapal tongkang perlu memperhatikan kondisi saat angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

Untuk kapal feri, BMKG mengingatkan potensi bahaya saat kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Kondisi ini berpotensi mengganggu jadwal pelayaran serta distribusi logistik antarpulau di wilayah Sumatera Barat.

BMKG meminta seluruh pelaku aktivitas laut, termasuk nelayan, operator kapal, dan otoritas pelabuhan, untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim.

Peringatan gelombang tinggi ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca laut yang tidak stabil.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved