Prakiraan Gelombang

Waspada! Gelombang Tinggi 4 Meter Hantam Perairan Sumbar, BMKG Minta Nelayan dan Kapal Ferry Siaga

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur merilis peringatan dini terkait Gelombang Tinggi yang mengancam wilayah perairan Sumbar

Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
PILKADA TIDAK LANGSUNG- Nelayan Pantai Purus, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (17/1/2026). Prakirawan BMKG, Djunaidi Misbach, dikutip Kamis (12/2/2026) menjelaskan potensi kenaikan air laut ini berlaku mulai 12 hingga 14 Februari 2026. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur merilis peringatan dini terkait Gelombang Tinggi yang mengancam wilayah perairan Sumatera Barat (Sumbar).

Prakirawan BMKG, Djunaidi Misbach, dikutip Kamis (12/2/2026) menjelaskan potensi kenaikan air laut ini berlaku mulai 12 hingga 14 Februari 2026.

Fenomena ini memicu risiko besar bagi aktivitas pelayaran, terutama di titik-titik wisata dan jalur logistik laut.

Kenaikan Gelombang Tinggi ini terpantau melanda beberapa titik krusial, mulai dari perairan Agam hingga Kepulauan Mentawai.

BMKG mencatat pergerakan angin dari Barat menuju Barat Laut dengan kecepatan mencapai 25 knot.

Baca juga: Daftar 22 Pemain Semen Padang Lawan Arema FC, Kabau Sirah Bertolak Tanpa Arthur Augusto

Kondisi cuaca secara umum saat ini menunjukkan awan tebal hingga hujan ringan yang menyelimuti sebagian besar wilayah laut Sumatera Barat.

Pihak BMKG meminta pelaku pelayaran mewaspadai Gelombang Tinggi yang diprediksi mencapai puncaknya di angka 4.0 meter.

Area yang masuk zona merah meliputi Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Pagai, dan Perairan Barat Sipora.

Untuk kawasan Perairan Padang, Pesisir Selatan, hingga Timur Sipora, tinggi gelombang terpantau berkisar antara 1.25 hingga 2.5 meter.

Nelayan dan operator transportasi laut wajib memperhatikan standar keselamatan ketat selama masa peringatan ini.

Baca juga: Integrasi Data Kependudukan Dharmasraya Diperkuat, Tujuh OPD Teken Kerja Sama

 Perahu nelayan menghadapi risiko tinggi jika memaksakan melaut saat kecepatan angin menyentuh 15 knot.

Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry perlu meningkatkan kewaspadaan ekstra mengingat tinggi gelombang yang melampaui ambang batas aman operasional.

Pastikan memantau perkembangan cuaca secara berkala sebelum memulai perjalanan laut.

BMKG terus memperbarui data terkait ancaman Gelombang Tinggi untuk meminimalisir risiko kecelakaan di laut Sumbar.

Keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut di perairan Sumatera Barat.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved