Banjir di Padang

Warga Batu Busuk Padang Nyaris Terisolasi, Distribusi Logistik Jadi Prioritas Usai Jalan Utama Putus

Warga Batu Busuk, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, nyaris terisolasi setelah jalan utama penghubung ke Kelurahan Lambung Bukit

Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Padang.tribunnews.com/Arif Ramanda Kurnia
JALAN PUTUS: Derasnya aliran Sungai Batang Kuranji, atau yang lebih dikenal warga sebagai Sungai Batu Busuk, mengakibatkan putusnya akses utama yang menghubungkan Kelurahan Kapalo Koto dengan Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Hingga Minggu (4/1/2026), warga terpaksa melintasi jalur darurat yang sempit dan berisiko demi menjaga mobilitas. 

Ringkasan Berita:
  • Jalan utama menuju Batu Busuk, Padang, amblas akibat derasnya aliran Sungai Batang Kuranji.
  • Warga nyaris terisolasi dan hanya mengandalkan jalur darurat buatan secara swadaya.
  • Distribusi logistik menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak.
  • Jalur setapak sempit dan sulit dilalui, pengendara harus bergantian melintas.
  • Pemerintah kelurahan membuka akses sementara sambil memantau dampak lanjutan.

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Warga Batu Busuk, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, nyaris terisolasi setelah jalan utama penghubung ke Kelurahan Lambung Bukit amblas akibat derasnya aliran Sungai Batang Kuranji.

Kondisi ini membuat distribusi logistik menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak.

Putusnya akses utama memaksa warga mengandalkan jalur darurat berupa jalan setapak yang dibuka secara swadaya.

Jalur tersebut hanya dapat dilalui sepeda motor dan harus digunakan secara bergantian karena lebarnya terbatas.

Hingga Minggu (4/1/2026), warga terpaksa melintasi jalur darurat yang sempit dan berisiko demi menjaga mobilitas.

Baca juga: Misteri 2 Janin di Kos Mahasiswi Padang yang Kosong, Penghuni Libur Kuliah, Polisi Cari Pelaku

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu sore sekitar pukul 16.30 WIB, kondisi jalur alternatif tersebut sangat memprihatinkan.

Jalur yang sejatinya hanya berupa jalan setapak ini dibuat secara swadaya oleh masyarakat dengan melintasi halaman rumah warga sekitar.

Kondisi medan yang ekstrem membuat para pengendara sepeda motor harus ekstra waspada.

Selain lebar jalan yang sangat terbatas, permukaan jalur darurat tersebut dipenuhi bebatuan yang licin dan lepas, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sempitnya jalur membuat sistem buka-tutup kendaraan terjadi secara alami. Antrean kendaraan tak terelakkan karena lebar jalan tidak memungkinkan dua sepeda motor untuk berselisih jalan secara bersamaan.

Baca juga: Hasil PSIM Yogyakarta vs Semen Padang FC: Penalti Ze Valente Bikin Kabau Sirah Merana 1-0 di Bantul

Pegendara Harus Antre

Para pengendara harus bersabar menunggu giliran agar tidak terperosok.

Tantangan tidak berhenti pada lebar jalan. Beberapa titik tanjakan tajam di jalur tersebut memaksa para penumpang untuk turun dan berjalan kaki.

Hal ini dilakukan agar beban kendaraan berkurang sehingga motor mampu menanjak di atas permukaan tanah yang labil.

Di tengah keterbatasan akses tersebut, warga tampak gigih membawa bantuan bahan pokok (sembako) menggunakan sepeda motor.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved