Bencana Sumbar

Wisata Sumbar Terdampak Akibat Bencana, ASITA Prediksi Kunjungan Libur Nataru Turun 40 Persen

Berdasarkan koordinasi dengan berbagai agen travel, banyak wisatawan mancanegara maupun domestik yang membatalkan rencana kunjungan mereka.

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
PUTUS TOTAL- Jalan Padang-Bukittinggi putus total setelah jalan dekat Mega Mendung, Lembah Anai, Tanah Datar, Sumbar tergerus air sungai, Jumat (28/11/2025). Ketua ASITA Sumbar, Darmawi, mengungkapkan bahwa penurunan ini dipicu oleh rentetan bencana alam, prediksi cuaca ekstrem, hingga isu keamanan aksesibilitas di wilayah Sumatera Barat. 
Ringkasan Berita:
  • ASITA Sumatera Barat emprediksi penurunan drastis kunjungan wisatawan pada masa libur sekolah serta Nataru 2026.
  • Penurunan ini dipicu oleh rentetan bencana alam, prediksi cuaca ekstrem, hingga isu keamanan aksesibilitas di wilayah Sumbar.
  • Kondisi jalan yang ekstrem dan ancaman kecelakaan membuat perjalanan menuju Bukittinggi dan Padang Panjang menjadi sangat berisiko bagi wisatawan.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sumatera Barat memprediksi penurunan drastis kunjungan wisatawan pada masa libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Ketua ASITA Sumbar, Darmawi, mengungkapkan bahwa penurunan ini dipicu oleh rentetan bencana alam, prediksi cuaca ekstrem, hingga isu keamanan aksesibilitas di wilayah Sumatera Barat.

Baca juga: Libur Nataru, Polda Sumbar Ingatkan Warga Waspadai Cuaca dan Keselamatan Perjalanan

Faktor Keamanan dan Aksesibilitas Menjadi Kendala Utama

Berdasarkan koordinasi dengan berbagai agen travel, banyak wisatawan mancanegara maupun domestik yang membatalkan rencana kunjungan mereka.

“Prinsipnya, wisatawan membutuhkan keamanan, kenyamanan, dan aksesibilitas. Saat ini, kondisi Sumbar cukup sulit untuk memenuhi ketiga aspek tersebut,” ujar Darmawi saat dihubungi, Selasa (23/12/2025).

Saat ini, tercatat 16 dari 19 kabupaten/kota di Sumbar terdampak bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.

BMKG juga memprediksi cuaca ekstrem akan berlangsung hingga awal tahun 2026.

Baca juga: Sidak Jelang Nataru, BPPOM Padang Catat Temuan Barang Kadaluwarsa Turun Tajam

Destinasi Favorit Terdampak Kerusakan Jalan

Sejumlah destinasi unggulan seperti Kawasan Mandeh dan Alahan Panjang kini sulit dijangkau.

• Kawasan Mandeh: Akses jalan cukup ekstrem karena banyak titik longsor dan banjir genangan.
• Alahan Panjang dan Bukittinggi: Terkendala jalur Sitinjau Lauik yang menjadi beban utama karena jalur nasional via Lembah Anai dan Malalak masih rusak pasca-banjir bandang.

Kondisi jalan yang ekstrem dan ancaman kecelakaan membuat perjalanan menuju Bukittinggi dan Padang Panjang menjadi sangat berisiko bagi wisatawan.

Baca juga: BBPOM Padang Sidak! Temukan Produk Kadaluwarsa Mejeng di Rak Toko Jelang Nataru

Pergeseran Tren Wisatawan

Akibat kendala akses di wilayah Barat dan Tengah Sumbar, kunjungan diprediksi hanya akan berpusat di Limapuluh Kota dan Payakumbuh, yang mayoritas berasal dari wisatawan asal Pekanbaru, Riau.

Namun, Darmawi menyebut wisatawan asal Riau umumnya memiliki karakteristik berbeda.

“Kebanyakan dari mereka adalah masyarakat yang pulang kampung ke rumah keluarga, bukan wisatawan premium yang menginap di hotel,” jelasnya.

Padahal, target wisatawan utama Sumbar adalah pelancong dari Pulau Jawa dan mancanegara yang memberikan dampak ekonomi lebih besar.

Baca juga: 4.211 Personel Dikerahkan dalam Operasi Lilin Singgalang 2025, Polda Sumbar Siap Amankan Nataru

Prediksi Penurunan Hingga 40 Persen

Situasi sulit ini diperkirakan akan memangkas jumlah kunjungan secara signifikan. ASITA Sumbar memprediksi penurunan wisatawan selama periode libur Nataru 2026 mencapai 35 persen hingga 40 persen. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved