Sidak Jelang Nataru, BPPOM Padang Catat Temuan Barang Kadaluwarsa Turun Tajam
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang membawa kabar baik bagi masyarakat Sumatera Barat di penghujung tahun 2025.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- BPPOM Padang mencatat temuan barang kadaluwarsa turun tajam selama pengawasan Natal dan Tahun Baru 2025.
- Dari sejumlah pusat perbelanjaan, petugas hanya menemukan satu produk kadaluwarsa yang masih terpajang di rak.
- Pengawasan dilakukan empat tahap sejak akhir November 2025, menyasar distributor hingga ritel.
- Produk yang paling sering bermasalah berasal dari jenis permen.
- BPPOM Padang menegaskan aturan ketat produk dalam parcel dan mengingatkan masyarakat menerapkan Cek KLIK.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang membawa kabar baik bagi masyarakat Sumatera Barat di penghujung tahun 2025.
Berdasarkan hasil pengawasan lapangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), angka temuan produk pangan kadaluwarsa di pusat perbelanjaan mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini terungkap saat tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu pusat Perbelanjaan di Kota Padang, Senin (22/12/2025) pagi.
Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri menyatakan bahwa kesadaran pelaku usaha dalam mengelola manajemen stok barang kini jauh lebih baik dan tertata.
"Jika tahun-tahun lalu kita bisa menemukan belasan hingga puluhan item yang melanggar, tahun ini angkanya merosot tajam. Ini tren yang sangat positif bagi perlindungan konsumen di Padang," ujarnya.
Baca juga: Status Tanggap Darurat Padang Pariaman Berakhir, Pemkab Fokus Perbaiki Infrastruktur
Penurunan ini diklaim sebagai buah dari sosialisasi masif dan pengawasan rutin yang dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2025.
Selain itu, ketatnya persaingan usaha membuat ritel modern lebih berhati-hati dalam menjaga reputasi mereka agar tidak tersandung masalah keamanan pangan.
"Sampai saat ini ada dua item yang rusak telah ditemukan selama pemeriksaan dibeberapa tempat dan produk yang sering kadaluwarsa atau rusak ialah permen,”ucap Martin.
Sedangkan pada sidak kali ini di pusat perbelanjaan daerah Khatib Sulaiman, petugas menemukan satu item produk yang telah melewati masa simpan atau kadaluwarsa namun masih terpajang di rak penjualan.
Ia juga mengatakan kegiatan ini sudah dilakukan sebanyak empat tahap, tahap pertama dimulai dari 28 November-4 Desember 2025 pada distributor.
Baca juga: Satu Bulan Jembatan Unand–Limau Manih Putus, Warga dan Mahasiswa Harus Memutar Dua Kilometer
Memastikan adanya barang ilegal atau penumpukan barang hingga membuat masyarakat rugi.
“Pada tahap pertama maupun kedua tidak ditemukan adanya penumpukan maupun barang ilegal,”jelasnya.
Lanjut Martin, tahap ketiga ditemukan produk permen yang rusak maupun kadaluwarsa di Pesisir Selatan dan sudah dimusnahkan.
BBPOM kembali menggaungkan kampanye "Cek KLIK", Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluwarsa sebagai langkah mandiri masyarakat dalam melindungi diri dari pangan berbahaya.
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Penyebab Hujan Es, 12 Ruko Ludes Terbakar dan Takjil Pariaman Diuji BBPOM |
|
|---|
| BBPOM Padang Sidak! Temukan Produk Kadaluwarsa Mejeng di Rak Toko Jelang Nataru |
|
|---|
| BPOM Padang Tekankan Edukasi Penjamah Makanan untuk Cegah Keracunan pada Program MBG |
|
|---|
| BPOM Padang Ikut Awasi Program Makan Bergizi Gratis di Sumbar, untuk Hindari Kasus Keracunan |
|
|---|
| Konsumsi Jamu di Sumbar Rendah, BPOM Tetap Perketat Pengawasan dan Rutin Inspeksi Tiap Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Kepala-BBPOM-Padang-Martdemen-stok-barang-kini-jauh-lebih-baik-dan-tertata.jpg)