Bencana Agam

Sore Mencekam di Malalak: Saya Dengar Dentuman Keras Lalu Lumpur Hantam Rumah dan Tanah Bergetar

Rabu (26/11/2025) menjadi sore mencekam bagi warga Jorong Tobo, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
MENCEKAM- Mailis salah satu korban terdampak banjir bandang di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, saat ditemui, Sabtu (29/11/2025). Mailis dan istri selamat dari banjir bandang namun tidak bisa menyelamatkan barang selain baju yang melekat di badan. 

TRIBUNPADANG.COM, AGAM- Rabu (26/11/2025) menjadi sore yang mencekam bagi warga Jorong Tobo, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Suara gemuruh sekejap memecah sore yang dilanda hujan kala itu.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, patahan kayu, batu dan air meluncur deras, menghantam puluhan rumah warga Malalak Timur.

Di antara kepanikan dan kesedihan ada seorang pria bernama Mailis (71) berhasil selamat dari banjir bandang yang menerjang.

Baca juga: BREAKING NEWS Banjir Bandang Kembali Hantam Malalak Timur Agam Jumat Pagi

Mailis berjalan dibantu tongkat dari kayu perlahan serta memakai sarung memasuki posko pengungsian di Masjid Nurul Iman, Bukit Malanca, Sabtu (29/11/2025).

Ia menceritakan nasib baik dan buruk yang diterimanya bersama istri.

“Alhamdulillah saya selamat bersama istri tapi tidak ada yang  bisa diselamatkan selain baju yang melekat di badan,”katanya.

Banjir bandang menerjang seisi rumah hingga lumpur ada di mana-mana bahkan material lain seperti kayu dan batu juga bersepihan dimana-mana.

Mailis tidak menyangka akan ada banjir bandang separah ini.

Baca juga: Tangis Fitmawati Tunggu Jenazah Keponakan yang Hilang Dibawa Banjir Bandang Palembayan

Kayu dan batu berukuran besar berserakan menghantam rumah warga hingga ada yang rusak.

“Saya mendengar dentuman keras kemudian lumpur menghantam rumah dan tanah bergetar, kami lari ke tempat aman menyelamatkan diri,”jelasnya dengan suara yang parau.

Mailis bersama istri sudah mengungsi sekitar tiga hari di Masjid Nurul Iman bersama warga terdampak lainnya.

Bantuan makanan dan baju bekas perlahan sudah berdatangan hingga bisa dimanfaatkan.

“Dalam bencana ini juga memakan korban jiwa sekitar 10 orang meninggal dan 6 orang masih belum ditemukan sampai saat ini,”jelasnya.

Ia berharap orang yang hilang bisa ditemukan segera dan bencana ini cepat usai.

Baca juga: Dafri Tunggu Kepulangan Istri, Sudah 3 Hari Mencari Sejak Banjir Bandang Salareh Aia Agam

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved