Bencana Padang Pariaman

3.450 Rumah Terendam dan 10.575 Jiwa Terdampak Bencana di Padang Pariaman

Pemerintah daerah telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, berlaku mulai 23 November hingga 6 Desember 2025.

|
Penulis: Panji Rahmat | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
BANJIR PADANG PARIAMAN- Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol Solihin meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Selasa (25/11/2025). Akibat bencana ini, 3.450 unit rumah terendam dan terdampak, memengaruhi sedikitnya 10.575 jiwa. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 17 kecamatan dan 77 nagari di Padang Pariaman ditimpa bencana alam diawali hujan lebat 22 November 2025
  • Cuaca ekstrem menyebabkan debit air lima sungai besar, termasuk Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, dan Batang Tapakih, meluap
  • Longsor terjadi di 28 titik dan pohon tumbang 20 titik 
  • Total 3.450 unit rumah terendam dan terdampak, memengaruhi sedikitnya 10.575 jiwa

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN- Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menghadapi bencana alam luar biasa yang dipicu oleh cuaca ekstrem, menyebabkan banjir, tanah longsor, dan angin kencang di 17 kecamatan dan 77 nagari. 

Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Emri Nurman, bencana ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut tanpa henti sejak Sabtu, 22 November, hingga Kamis, 27 November 2025.

"Kondisi cuaca ekstrem ini menyebabkan debit air lima sungai besar, termasuk Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, dan Batang Tapakih, meluap. Ditambah kondisi tanah yang labil, hal ini memicu longsor di 28 titik dan 20 titik pohon tumbang," jelas Emri Nurman, memalarkan data terakhir Kamis (27/11/2025), pukul 17.00 WIB. 

Total 3.450 unit rumah terendam dan terdampak, memengaruhi sedikitnya 10.575 jiwa. 

Baca juga: Tiga Hari Pascabanjir, Ratusan Warga Ulakan Tapakis Padang Pariaman Jatuh Sakit

Pemerintah daerah telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, berlaku mulai 23 November hingga 6 Desember 2025.

Dampak korban jiwa juga tercatat, satu orang dinyatakan hilang setelah hanyut terbawa banjir di jembatan runtuh di Nagari Lubuk Alung. 

Selain itu, dua orang mengalami luka-luka akibat tertimpa pohon tumbang di Korong Kampuang Guci, Kecamatan 2X11 Anam Lingkuang.

Emri Nurman memaparkan bahwa taksiran kerugian materiil akibat bencana ini mencapai jumlah fantastis, yaitu Rp268.540.625.000.

Kerusakan juga melanda sektor pertanian dengan 341 Ha sawah dan 106,25 Ha ladang dan kebun terendam.

Baca juga: Banjir Seusai Hujan Deras tanpa Henti, 250 KK di Ulakan Tapakis Padang Pariaman Terancam Terisolasi

Infrastruktur vital mengalami kerusakan parah di 43 titik banjir dan 28 titik longsor.

Banjir telah merusak 4 unit jembatan, termasuk Jembatan Pilubang menuju Batang Sariak dan Jembatan Kampuang Guci di Kecamatan Batang Anai. 

Air juga menghanyutkan 13 unit rumah ke sungai, dan 11 rumah warga di Nagari Katapiang tergerus air banjir hingga masuk ke dalam sungai.

Sementara itu, tanah longsor menyebabkan dua unit jalan rusak dan putus, salah satunya adalah Jalan Amblas atau Longsor di depan RSUD Padang Pariaman

Longsor juga menimbun badan jalan di Korong Asam Pulau Nagari Anduriang dan merusak bangunan SDN 10 Batang Gasan.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan stakeholder terkait langsung turun tangan melakukan evakuasi korban dan pendataan. 

Baca juga: Dilanda Banjir Parah, Bupati Ungkap 10 Sungai Padang Pariaman Mendesak Normalisasi

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved