Bencana Padang Pariaman
Pilu Warga Padang Pariaman Hadapi Banjir dan Lumpur Tiap Hujan, Minta Solusi Nyata dari Pemerintah
Banjir Korong Surantih kembali merendam permukiman warga di Korong Surantih, Nagari Lubuak Alung, Kecamatan Lubuk Alung
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Banjir kembali merendam Korong Surantih, Padang Pariaman, setiap hujan turun sekitar tiga jam.
- Warga meminta pemerintah segera menghadirkan solusi karena banjir terjadi berulang.
- Sejumlah warga dievakuasi saat air masuk ke rumah dan menutup akses lingkungan.
- Warga menyebut pendangkalan sungai dan aliran tersumbat sebagai pemicu banjir.
- Meski air surut, kecemasan warga tetap ada setiap hujan kembali turun.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN — Banjir Korong Surantih kembali merendam permukiman warga di Korong Surantih, Nagari Lubuak Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Warga meminta pemerintah segera menghadirkan solusi nyata karena banjir terus terjadi setiap hujan turun selama beberapa jam.
Hujan dengan durasi sekitar tiga jam kembali memicu banjir Korong Surantih pada Jumat (2/1/2026).
Air masuk ke rumah warga dan memaksa sebagian warga bersiap mengungsi ke lokasi yang disediakan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.
Hujan tak lagi sekadar penanda cuaca, melainkan alarm bahaya yang bisa berubah menjadi banjir dalam hitungan jam.
Baca juga: Line-up Semen Padang FC vs PSIM Yogyakarta: Kabau Sirah Tanpa Rui Rampa dan Wakaso
Kawasan ini kini dikenal sebagai langganan genangan. Hujan deras yang mengguyur selama dua hingga tiga jam saja sudah cukup membuat air meluap dan merendam rumah-rumah warga.
Terbaru, banjir kembali melanda Korong Surantih pada Jumat (2/1/2026) lalu.
Air menggenangi permukiman dengan ketinggian yang bervariasi, mengikuti kontur tanah dan posisi rumah warga. Sejumlah warga bahkan harus dievakuasi oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman ke lokasi yang lebih aman.
Pantauan TribunPadang.com di lokasi, Minggu (4/1/2026), air memang telah surut.
Namun jejak banjir masih jelas terlihat. Lumpur mengering menempel di halaman rumah, di jalan-jalan kecil kampung, hingga di sudut-sudut dinding rumah warga.
Baca juga: Update Harga Pangan Bukittinggi Januari 2026: Telur dan Bawang Putih Naik, Cabai Merah Turun
Aktivitas perlahan kembali berjalan. Warga mulai turun ke sawah dan ladang, berusaha menata kembali kehidupan yang sempat terhenti.
Tenda-tenda darurat yang sebelumnya berdiri di beberapa titik kini tampak kosong, ditinggalkan setelah warga kembali ke rumah masing-masing.
Namun, di balik aktivitas yang kembali normal itu, rasa khawatir tak sepenuhnya hilang.
Basri (67), salah seorang warga Korong Surantih, mengaku hidup dalam kecemasan setiap kali hujan turun.
| Hujan 3 Jam Langsung Banjir, Warga Korong Surantih Padang Pariaman Cemas Tiap Hujan Datang |
|
|---|
| Pembangunan 34 Huntara di Padang Pariaman Masuk Hari ke-5, Target Rampung Sebulan |
|
|---|
| Status Tanggap Darurat Padang Pariaman Berakhir, Pemkab Fokus Perbaiki Infrastruktur |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Bailey di Kayu Tanam Akhiri Dampak Panjang yang Dialami Ratusan KK |
|
|---|
| Anak-Anak Tak Perlu Menyusuri Sungai ke Sekolah, Jembatan Bailey di Kayu Tanam Sudah Bisa Dilalui |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Sejak-banjir-besar-yang-terjadi-pada-Kamis-27112025-lalu-kawassnar-bebas-dari-ancaman-air.jpg)