Macet di Silaiang
Macet di Silaing Bawah Padang Panjang Mulai Terurai, Sempat Buka Tutup Sejak Jumat Sore
Arus lalu lintas Padang Panjang-Bukittinggi macet akibat diberlakukannya sistem buka tutup sejak pukul 16:30 WIB.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: afrizal
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PANJANG - Macet yang terjadi di Tikungan Cubadak Bungkuak, Silaing Bawah, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, sejak Jumat (24/10/2025) sore, akhirnya mulai terurai sekitar pukul 20.00 WIB.
Arus lalu lintas yang awalnya harus buka tutup akibat evakuasi truk, Jumat malam sudah mulai bisa dilewati oleh kendaraan.
"Minibus sudah bisa lewat," ujar Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, Jumat malam.
Arus lalu lintas Padang Panjang-Bukittinggi macet akibat diberlakukannya sistem buka tutup sejak pukul 16:30 WIB.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Longsor Kelok 9: Jalan Sumbar-Riau Lumpuh, Hingga Pedagang Terdampak Macet Panjang
Polisi terpaksa menerapkan buka tutup akibat proses evakuasi truk yang masuk ke dalam jurang pada beberapa waktu lalu.
Truk masuk ke jurang Sabtu (18/10/2025) lalu akibat tidak kuat menanjak
AKP Pifzen menuturkan, untuk proses evakuasi berlangsung sejak pukul 16:30 WIB.
Proses evakuasi terhadap truk masuk jurang sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun tidak berhasil.
"Tali dereknya putus, lalu dicari talinya yang lebih besar. Sekarang, ini proses evakuasi yang kedua," tambahnya.
Akibat macet panjang di Tikungan Cubadak Bungkuak, Silaing Bawah, Kota Padang Panjang, penumpang bus terpaksa menunggu berjam-jam di dalam kendaraan.
Baca juga: Truk Rem Blong di Silaiang Padang Panjang Tabrak Sisi Kanan Jalan, Kondisi Sopir Luka-luka
Dina, seorang penumpang bus PO Sarah dengan tujuan Kota Padang dari Bukittinggi, Jumat (24/10/2025) sore mengaku sudah terjebak macet sejak pukul 16:45 WIB.
"Hampir satu jam lebih kami terjebak di dalam mobil tranek," ujar Dina saat memberikan kepada Tribunpadang.com, Jumat sore.
Ia menjelaskan, kemacetan disebabkan oleh proses evakuasi truk masuk jurang, sehingga membuat arus lalu lintas Bukittinggi-Padang Panjang menjadi terganggu.
"Puluhan kendaraan terjebak macet, salah satunya kendaraan PO Sarah yang saya tumpangi bersama 19 penumpang lainnya," jelasnya.
Ia menjelaskan, dari 19 penumpang dalam bus PO Sarah tersebut, terdapat seorang balita berusia tiga tahun, yang gelisah hingga menangis karena merasa gerah di dalam mobil.
"Tidak hanya itu, seorang penumpang lainnya terpaksa menelan vitamin untuk mengurangi nyeri diperut akibat menahan lapar," terangnya kepada Tribunpadang.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Proses-evakuasi-truk-masuk-jurang-di-Tikungan-Cubadak.jpg)