BKKBN Sumbar Tegaskan Akurasi Data SIGA Jadi Kunci Sukses Program Bangga Kencana & Turunkan Stunting
SIGA menjadi instrumen utama dalam penyediaan data dasar pembangunan berbasis keluarga.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan akurasi data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di daerah.
Hal itu disampaikan Mardalena saat kegiatan Rekonsiliasi Data SIGA Tingkat Provinsi Tahun 2025, yang digelar di Kota Padang, Selasa (21/10/2025).
Ia menyebut, kegiatan ini memiliki arti yang sangat strategis dalam memastikan validitas data keluarga di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Mardalena menyampaikan rasa syukur karena kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumbar 21 Oktober 2025, Waspada Hujan Lebat di Sijunjung pada Malam Hari
Ia menegaskan bahwa sistem SIGA merupakan jantung dari seluruh program BKKBN yang berfungsi menghimpun, mengelola, dan menyajikan data keluarga secara terpadu, lengkap, akurat, mutakhir, dan tepat waktu.
“SIGA menjadi instrumen utama dalam penyediaan data dasar pembangunan berbasis keluarga. Data ini bukan sekadar angka, tetapi bahan bakar utama dalam pengambilan kebijakan di tingkat nasional maupun daerah,” ujarnya.
Melalui sistem SIGA, seluruh hasil pendataan keluarga, pelayanan KB, dan pengendalian lapangan dapat terintegrasi ke dalam satu sistem informasi yang komprehensif.
Data tersebut digunakan tidak hanya untuk kebutuhan internal BKKBN, tetapi juga menjadi sumber data lintas sektor yang mendukung berbagai kebijakan nasional.
Baca juga: Bupati Dharmasraya Imbau Masyarakat Manfaatkan Gebyar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor 2025
Mardalena menjelaskan, SIGA juga digunakan untuk program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2023.
Selain itu, SIGA berperan penting dalam penyediaan data sasaran keluarga berisiko stunting sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
“Artinya, SIGA tidak hanya berhenti pada pendataan, tetapi juga menjadi pondasi penting dalam perencanaan dan evaluasi berbagai kebijakan pembangunan manusia. Dari perencanaan keluarga, peningkatan kesejahteraan, hingga upaya menurunkan stunting dan kemiskinan ekstrem,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan Rekonsiliasi Data SIGA Tingkat Provinsi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh data rutin yang dikumpulkan dari kabupaten dan kota benar-benar valid serta sesuai dengan kondisi di lapangan.
Baca juga: Bus Travel Payakumbuh–Padang Kecelakaan di Kayu Tanam, Motor Masuk Kolong Bus
Dalam kegiatan ini, peserta akan menelaah hasil input data, memverifikasi ketidaksesuaian, dan menyusun langkah perbaikan agar kualitas data SIGA semakin meningkat.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ajang pembelajaran bersama bagi para pengelola data dari seluruh wilayah. Melalui forum ini, diharapkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan teknis para pengelola SIGA dapat terus berkembang.
“Keberhasilan SIGA tidak hanya bergantung pada sistem dan teknologi informasi, tetapi juga sangat bergantung pada sumber daya manusia yang mengelolanya,” ujar Mardalena.
| 25 Warga Pasaman Barat Diduga Keracunan Makanan, Dinkes Minta Orang Tua Awasi Jajanan Anak |
|
|---|
| Update Keracunan Makanan di Pasbar, Kadinkes: 5 Pasien Masih Dirawat dengan Kondisi Mulai Membaik |
|
|---|
| Hidupkan Kembali Tradisi Lisan, Dharmasraya Gelar Lomba Bertutur bagi Siswa SD |
|
|---|
| Dinkes Pasaman Barat Selidiki Penyebab Keracunan 25 Warga, Sampel Makanan Dikirim ke Labkesda |
|
|---|
| Update 25 Warga Pasaman Barat Diduga Keracunan Bakso Tusuk, Dinkes Kirim Sampel ke Labkesda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Rekonsiliasi-Data-SIGA-Tingkat-Provinsi-Sumatera-Barat-21102025.jpg)