Kabupaten Sijunjung

Mengenal Budidaya Padi di Lahan Bekas Tambang Emas di Sijunjung

Tanaman padi umumnya ditanam dilahan yang subur dan gembur namun ada yang berbeda di Jorong Aur Gading, Nagari Limo Koto,

Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
REKLAMASI LAHAN TAMBANG - Tanaman padi umumnya ditanam dilahan yang subur dan gembur namun ada yang berbeda di Jorong Aur Gading, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (27/9/2025). Para petani di Jorong Aur Gading berhasil menanam padi di bekas lahan tambang emas. 

TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG -Tanaman padi umumnya ditanam dilahan yang subur dan gembur namun ada yang berbeda di Jorong Aur Gading, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.

Para petani di Jorong Aur Gading berhasil menanam padi di bekas lahan tambang emas.

Salah satu petani setempat bernama Adrial Nolvi menuturkan kurang lebih ada 10 hektare lahan bekas tambang berhasil ditanam padi kembali.

Setelah aktivitas tambang selesai yang berlangsung kurang lebih tiga bulan pada tahun yang sama persiapan menanam padi dimulai.

“Saat aktivitas tambang emas selesai hasil dari tambang itu juga dapat membantu perekonomian serta dana reklamasi,”ucapnya saat ditemui, Sabtu (27/9/2025).

Dari Galian Bekas Tambang Emas Jadi Kehidupan Baru bagi Petani Koto VII Sijunjung

Dijelaskan Adrial, dalam pengelolahan awal sebelum ditanam padi, lahan tersebut diberi pupuk kompos secara bertahap.

Bentuk lahan sudah dibantu ditata oleh para penambang.

Bentuk dan kontur lahan direstorasi sesuai dengan rencana reklamasi untuk menciptakan permukaan yang stabil dan cocok untuk revegetasi.

Lapisan tanah atas yang mengandung unsur hara dan bahan organik penting untuk pertumbuhan tanaman dikonservasi dan dikembalikan ke area reklamasi.

Menanam kembali vegetasi, seperti pohon buah-buahan, tanaman pionir, dan tumbuhan asli, yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

Menariknya, kata Adrial padi yang dihasilkan lebih subur dari sebelumnya bahkan beberapa bulir padi lebih besar dari sebelumnya.

Para petani biasanya menggunakan bibit padi Batang Piaman yang cocok untuk daerah disana.

“Saat ini yang menjadi kendala, sawah itu tadah hujan kemudian hama wereng yang menjadi musuh petani tetapi untuk hasil padi rasa enak seperti biasa,”jelasnya.

Baca juga: Lahan Bekas Tambang Emas Sijunjung Disulap Jadi Sawah, Petani Sukses Panen Padi 6 Ton

Ia mengatakan sebelum aktivitas tambang emas ada perjanjian untuk kembali mereklamasi menjadi sawah yang nantiknya dapat dinikmati kembali oleh para petani.

Bantuan juga diberikan oleh penambang baik pupuk maupun memperbaiki areal sawah yang sebelumnya tidak bisa ditanami padi.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved