Penemuan Mayat di Batang Anai
Tegar Hadapi Rekonstruksi, Keluarga Korban Kecewa Keluarga Pelaku Wanda Tak Pernah Minta Maaf
Rekonstruksi kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Satria Juwanda alias Wanda (25) terhadap tiga korban, termasuk Siska Oktavia Rusdi
TRIBUNPADANG.COM - Rekonstruksi kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Satria Juwanda alias Wanda (25) terhadap tiga korban, yaitu Septia Adinda, Siska Oktavia Rusdi alias Cika dan Adek Gustiana digelar pada Rabu (3/9/2025) di Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Yeni Murni (44), adik dari ibu korban Siska mengungkapkan kekecewaan karena keluarga pelaku belum pernah datang meminta maaf.
“Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada keluarga dia yang datang. Tapi kami yakin Tuhan tidak tidur. Cepat atau lambat, hukum akan berlaku,” ucapnya.
Yeni melanjutkan, tindakan Wanda tidak hanya merenggut tiga korban, yakni Siska Oktavia Rusdi, Adek Gustiana (24), dan Septia Adinda (25), tetapi juga berdampak pada orang tua Siska.
“Ayah Siska meninggal karena terlalu kepikiran anaknya tak pulang. Ibunya juga meninggal setelah tahu anaknya dibunuh keji. Jadi bukan tiga, tapi lima nyawa hilang. Kami minta hukuman setimpal, nyawa dibayar nyawa,” tegas Yeni.
Baca juga: Warga Padang Pariaman Padati Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Berantai, Penasaran dengan Sosok Wanda
Duduk Perkara Kasus Pembunuhan Berantai
Kasus ini bermula pada Juni 2025, ketika warga dikejutkan dengan penemuan potongan tubuh seorang perempuan di Sungai Batang Anai, Padang Pariaman.
Polisi mengidentifikasi korban sebagai Septia Adinda, mahasiswi nonaktif STIE KBP Padang.
Selanjutnya, polisi menangkap Wanda pada 19 Juni 2025 di rumahnya.
Dalam pemeriksaan, ia mengaku juga membunuh Siska dan Adek Gustiana yang hilang sejak Januari 2024.
Jasad kedua korban ditemukan di dalam sumur tua dekat rumah pelaku.
Baca juga: Warga Ungkap Tidak Ada Aktivitas di Rumah Wanda Padang Pariaman Pasca Penangkapan di Bulan Juni
Motif pembunuhan berbeda-beda:
Siska dibunuh karena pelaku sakit hati soal hubungan asmara.
Adek dibunuh karena dituduh mendorong Siska berselingkuh.
Septia Adinda dibunuh karena urusan utang Rp 3,5 juta.
| Tak Terima Pembelaan Wanda Pernah Biayai Pendidikan Korban, Yeni: Cika Kuliah Pakai Beasiswa KIP |
|
|---|
| Kasus Mutilasi Padang Pariaman: Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Unsur Perencanaan dalam Aksi Terdakwa |
|
|---|
| Terdakwa Kasus Mutilasi Ngaku Sehat Usai Sidang, Kuasa Hukum: Berkat Dukungan Keluarga |
|
|---|
| Berkas Tuntutan Belum Rampung, Sidang Kasus Mutilasi 3 Wanita di Padang Pariaman Ditunda Dua Pekan |
|
|---|
| Sidang Tuntutan Kasus Mutilasi di Padang Pariaman Kembali Ditunda, Jaksa Minta Waktu Dua Pekan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/REKONSTRUKSI-PEMBUNUHAN-BERANTAI-1111.jpg)