Ramadan 2026

Sungai Ujung Tanah Padang Sepi, Air Keruh Kecokelatan Buat Warga Malas Mandi Balimau

Suasana di kawasan Sungai Ujung Tanah, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, mendadak jadi sorotan.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
SUNGAI UJUNG TANAH: Suasana di kawasan Sungai Ujung Tanah, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, mendadak jadi sorotan. Namun bukan karena keramaiannya, melainkan karena kondisinya yang kini tampak lengang dan sepi dari aktivitas warga. Pantauan di lokasi pada Selasa (17/2/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB, aliran sungai yang dulunya sempat viral di media sosial ini kehilangan pesonanya. 

Ringkasan Berita:
  • Sungai Ujung Tanah Padang tampak sepi dari aktivitas warga pada Selasa sore.
  • Air sungai berubah keruh usai hujan di wilayah hulu.
  • Warga enggan mandi karena kualitas air menurun dan suasana tidak lagi ramai.
  • Aktivitas pengambilan pasir dan truk material terlihat di sekitar lokasi.
  • Satpol PP dan kepolisian tetap berjaga meski pengunjung berkurang.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Suasana di kawasan Sungai Ujung Tanah, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, mendadak jadi sorotan. Namun bukan karena keramaiannya, melainkan karena kondisinya yang kini tampak lengang dan sepi dari aktivitas warga.

Pantauan di lokasi pada Selasa (17/2/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB, aliran sungai yang dulunya sempat viral di media sosial ini kehilangan pesonanya.

Tak ada lagi keriuhan warga yang datang berbondong-bondong untuk mandi bersama.

Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan dengan momen-momen sebelumnya, di mana lokasi ini selalu menjadi titik kumpul favorit bagi masyarakat sekitar maupun pendatang untuk melepas penat di sore hari.

Kini, pemandangan yang tersisa hanyalah aliran air yang tampak kecokelatan. Warna air yang keruh menjadi alasan utama mengapa banyak warga yang kini enggan untuk menceburkan diri ke dalam sungai.

Baca juga: Kemenag Pantau Hilal 1 Ramadan 1447 H di 15 Titik Sumbar, Hasil di Kota Padang Masih di Bawah Ufuk

Di tengah sepinya suasana, tradisi balimau di lokasi tersebut pun tidak tampak dilakukan oleh warga hanya terlihat beberapa anak-anak kecil yang masih nekat bermain air di tepian. Mereka seolah tak peduli dengan kondisi air yang sudah tidak jernih lagi seperti sedia kala.

Selain anak-anak yang bermain, di sudut lain sungai terlihat aktivitas pengambilan pasir. Beberapa truk pengangkut material tampak terparkir dan bersiap membawa muatan pasir yang diambil dari dasar sungai.

Keberadaan truk-truk besar dan aktivitas penambangan pasir ini seolah menambah kesan bahwa sungai ini bukan lagi tempat wisata air yang nyaman bagi keluarga.

Revanol, salah seorang pemuda sekitar yang ditemui di lokasi, mengungkapkan rasa kecewanya melihat kondisi sungai saat ini. Ia mengaku rindu dengan suasana Sungai Ujung Tanah yang dulu sangat bersih.

"Malas mau mandi sekarang, lihat saja airnya keruh sekali. Tidak jernih seperti dulu lagi waktu masih viral-viralnya," ujar Revanol dengan nada lesu kepada wartawan.

Baca juga: Rayakan HUT ke-77 di Lokasi Bersejarah, Bupati Benny Ajak Seluruh Elemen Sijunjung Berkolaborasi

Ia menambahkan bahwa selain faktor air yang kotor, hilangnya keramaian membuat suasana mandi di sungai tersebut terasa hambar dan tidak menarik lagi bagi kaum muda.

"Dulu asyik karena ramai orang, jadi suasananya hidup. Kalau sekarang sepi begini, rasanya sudah tidak asyik lagi untuk dikunjungi," tambahnya lagi.

Senada dengan Revanol, Wis yang juga warga setempat menyebutkan bahwa faktor cuaca belakangan ini sangat memengaruhi kualitas air di Sungai Ujung Tanah.

"Beberapa waktu lalu kan hujan deras turun terus-menerus di hulu, makanya air jadi keruh begini. Kalau sudah begini, ya orang-orang pasti berpikir dua kali buat mandi," jelas Wis.

Meski sepi dari aktivitas warga yang mandi, di lokasi tersebut tetap terlihat penjagaan dari pihak keamanan. Sejumlah petugas Satpol PP dan kepolisian tampak bersiaga memantau situasi di sekitar aliran sungai.

Kehadiran petugas gabungan ini memastikan bahwa meski suasana sedang sepi, ketertiban di area publik tersebut tetap terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved