Peluru Nyasar

Peluru Nyasar di UNP Berulang Kali, Rektor Harap Pemindahan Lapangan Tembak TNI Jadi Solusi Permanen

Universitas Negeri Padang (UNP) berharap keputusan TNI memindahkan lokasi latihan tembak dari kawasan Lapai menjadi akhir

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
PELURU NYASAR UNP - Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Krismadinata memberikan keterangan kepada TribunPadang.com di Rektorat UNP, Senin (8/6/2026). Menurut Krismadinata, yang terpenting bagi UNP bukan sekadar pemindahan lokasi latihan tembak, melainkan memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang. 

Ringkasan Berita:
  • Rektor UNP mengungkap peluru nyasar di kampus ternyata sudah terjadi berulang kali.
  • Data digital mencatat empat insiden, satu kasus lain terjadi sejak tahun 1990.
  • TNI mengakui asal proyektil yang melukai mahasiswi UNP saat latihan tembak.
  • Lapangan tembak di Lapai akan dipindahkan, namun UNP menyoroti hal lain.
  • Korban kini mulai pulih, sementara kampus mengungkap fakta yang belum banyak diketahui.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Universitas Negeri Padang (UNP) berharap keputusan TNI memindahkan lokasi latihan tembak dari kawasan Lapai menjadi akhir dari rentetan insiden peluru nyasar yang selama ini beberapa kali terjadi di lingkungan kampus dengan motto "Alam Takambang Jadi Guru tersebut".

Harapan itu disampaikan Rektor UNP, Krismadinata, menyusul hasil investigasi Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol yang menyatakan proyektil yang melukai mahasiswi UNP Nova Wirantika berasal dari senjata laras pendek jenis pistol G2 Combat milik TNI saat latihan tembak.

Tak hanya mengakui asal peluru tersebut, TNI juga menghentikan aktivitas latihan di Lapangan Tembak Lapai dan berencana memindahkan lokasi latihan ke tempat yang dinilai lebih aman.

"Kami bersyukur semuanya sudah jelas. TNI sudah menyampaikan tanggung jawabnya dan juga berjanji memindahkan lokasi latihan tembak agar tidak lagi berada di sekitar Kampus UNP Air Tawar," kata Krismadinata kepada TribunPadang.com di Rektorat UNP, Senin (8/6/2026).

Menurut Krismadinata, yang terpenting bagi UNP bukan sekadar pemindahan lokasi latihan tembak, melainkan memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Baca juga: Peluru Nyasar UNP: Kondisi Korban Membaik, Kodam XX/TIB Janji Dampingi Hingga Pulih Total

Sebab berdasarkan penelusuran yang dilakukan pihak kampus, insiden peluru nyasar di kawasan UNP bukanlah kejadian pertama.

"Dari data digital forensik dan pemberitaan yang bisa ditelusuri, ada empat kejadian yang terdokumentasi secara digital. Kemudian ada satu kejadian pada tahun 1990 dan mungkin masih ada kejadian lain yang tidak terdokumentasi dengan baik," ujarnya.

Ia memperkirakan jumlah kejadian sebenarnya bisa lebih banyak mengingat pada masa lalu dokumentasi media belum semasif saat ini.

"Bisa saja jumlahnya tujuh kali atau lebih. Tetapi yang bisa dibuktikan secara digital ada empat kejadian," katanya.

Karena itu, UNP berharap langkah yang diambil TNI benar-benar menjadi solusi permanen terhadap persoalan yang selama ini meresahkan sivitas akademika maupun masyarakat sekitar kampus.

Baca juga: TNI Akui Peluru G2 Combat Lukai Mahasiswi, Rektor UNP Tegaskan Kasus Peluru Nyasar UNP Sudah Clear

"Yang perlu kita tekankan adalah jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi," ujarnya.

Krismadinata mengungkapkan pihak kampus sebenarnya pernah menyampaikan usulan agar lokasi latihan tembak dipindahkan setelah insiden serupa terjadi sebelumnya.

Namun keputusan pemindahan tentu berada di luar kewenangan kampus.

"Kami pernah mengusulkan. Pada kejadian sebelumnya juga sudah pernah disampaikan. Tetapi memindahkan lokasi latihan bukan domain kami. Yang kami inginkan adalah kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Krismadinata juga mengapresiasi respons cepat yang diberikan TNI setelah insiden pada Selasa (2/6/2026) lalu.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved